KENDAL, Harianmuria.com – Dampak kekeringan mulai dirasakan petani, salah satunya di wilayah Desa Tabet, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.
Kepala Desa Tabet, Kecamatan Limbangan, Supriyadi mengungkapkan bahwa dampak kekeringan mulai dirasakan para petani di wilayahnya.
Untuk mengantisipasi konflik akibat keterbatasan pasokan air, pemerintah desa bersama kelompok tani menerapkan sistem penggiliran irigasi.
“Irigasinya kami gilir per blok supaya semua lahan petani bisa mendapatkan air. Di Desa Tabet ini melalui musyawarah warga dan para petani, disepakati pembagian air agar merata,” katanya.
Setiap blok lahan mendapatkan jadwal pengairan secara bergantian. Setelah satu blok selesai dialiri, petugas akan mengalihkan aliran air ke blok berikutnya.
“Jadi ada petugasnya. Dibagi per blok, nanti kalau satu blok selesai pindah ke blok lain. Melalui toleransi dan sinergitas ini kami berharap para petani tidak lagi berebut air,” jelas Supriyadi.
Sebelum sistem tersebut diterapkan, perebutan air antarpetani kerap terjadi saat debit air menurun. Karena itu, pemerintah desa menginisiasi musyawarah bersama seluruh petani untuk menyusun kesepakatan pembagian air yang adil.
“Dulu sering terjadi rebutan air. Akhirnya kami kumpulkan para petani untuk bermusyawarah agar semua mendapat bagian secara merata. Alhamdulillah sampai sekarang sistem ini berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Sementara Pemerintah Kabupaten Kendal tmenyiapkan sejumlah langkah menghadapi potensi kekeringan panjang yang diprediksi melanda sejumlah wilayah pada musim kemarau tahun ini.
“Kami sudah menyiapkan beberapa upaya, di antaranya menyediakan pompa air, melakukan sosialisasi percepatan tanam, serta pembuatan sumur bor di beberapa titik wilayah yang kerap mengalami kekurangan air,” ujar Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Selasa, 14 Juli 2026.
Bupati Kendal berharap mitigasi menghadapi kemarau tahun ini dapat menekan dampak kekeringan pada sektor pertanian sehingga produktivitas petani terjaga walau pada puncak kemarau.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa











