JEPARA, Harianmuria.com – Rangkaian peringatan hari jadi ke-477 Kabupaten Jepara telah dimulai sejak Rabu, 8 April 2026 dengan tradisi ziarah makam leluhur.
Ziarah makam leluhur diikuti Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M Ibnu Hajar bersama Forkopimda.
Rangkaian ziarah dimulai dari Makam Mbah Panggang, kemudian dilanjutkan ke sejumlah tokoh penting dalam sejarah Jepara seperti Mbah Jenggala, Pangeran Sarif, Tjitrosomo II, Ratu Kalinyamat bersama Sultan Hadlirin, Tjitrosomo Sendang, Yik Nde, hingga Adipati Tumenggung Cendhol. Prosesi ditutup di Pesarean Sedo Mukti Kudus.
Pada Kamis, 9 April 2026 rangkaian hari jadi Jepara, Bupati dan Wakil Bupati Jepara, unsur Forkopimda, serta pemeran Ratu Kalinyamat akan berkuda dalam Kirab Buka Luwur.
Kirab berlangsung dari Pendopo Kartini menuju Makam Mantingan, Kecamatan Tahunan dan dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB.
Prosesi kirab diawali dengan Sendratari Ratu Kalinyamat yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian hari jadi Jepara serta peringatan Hari Kartini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat, mengatakan kirab tahun ini melibatkan sekitar 1.000 peserta. Mereka berasal dari unsur perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, perwakilan kecamatan, hingga masyarakat.
“Peserta kurang lebih seribu orang, termasuk dari perangkat daerah dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima pada Kamis, 8 April 2026.
Rombongan Forkopimda akan menunggang kuda selama kirab berlangsung. Pemeran Ratu Kalinyamat juga akan ikut dalam arak-arakan tersebut.
“Istri unsur Forkopimda menggunakan kereta kuda. Sejumlah peserta lain akan mengikuti kirab, ada yang pakai sepeda ontel tua,” kata Ali.
Kirab juga akan diiringi pertunjukan drum band secara estafet. SMP Negeri 2 Jepara dijadwalkan tampil dari Tugu PKK hingga Masjid Krapyak. Penampilan kemudian dilanjutkan SMP Negeri 3 Jepara sampai Mantingan.
Setibanya di Mantingan, rombongan akan disambut pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Prosesi selanjutnya dilanjutkan menuju kompleks makam untuk prosesi penggantian luwur.
Setelah prosesi buka luwur, peserta dijadwalkan melaksanakan salat Asar di masjid setempat. Panitia juga menyiapkan santunan anak yatim bekerja sama dengan Baznas serta konsumsi bagi peserta kirab.
Kepala Diskominfo Jepara Budhi Sulistyawan, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan akan disiarkan secara langsung. Siaran dimulai sejak pra-acara hingga kirab berakhir di Mantingan.
“Kami siapkan live streaming dari sebelum acara dimulai sampai rangkaian kirab selesai,” ujarnya.
Menurut dia, siaran juga akan dilengkapi narasi berbahasa Inggris. Langkah itu disiapkan karena kegiatan tersebut juga akan dihadiri tamu dari luar negeri.
Kirab Buka Luwur menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara sepanjang April 2026. Sejumlah agenda lain yang telah dijadwalkan, di antaranya upacara hari jadi, wilujengan nagari, doa lintas agama, wayang, pengajian akbar bersama Gus Iqdam, serta Dharma Santi Nyepi dengan arak-arakan ogoh-ogoh.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











