JEPARA, Harianmuria.com – Ribuan kemasan minyak goreng Minyakita yang dibagikan melalui program Bantuan Pangan Pemerintah di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, dikembalikan oleh warga. Pengembalian dilakukan setelah muncul keluhan mengenai aroma minyak yang dinilai tidak biasa dan diduga menyerupai bau solar atau minyak tanah.
Sejak Kamis, 2 Juli 2026, warga mendatangi balai desa untuk menyerahkan kembali Minyakita yang sebelumnya diterima bersama bantuan beras dari pemerintah melalui Bulog. Sebagian kemasan masih dalam keadaan tersegel, sedangkan sebagian lainnya telah dibuka untuk memastikan kondisi isi minyak.
Salah seorang warga Desa Selagi, Sri Pinanggih (56), memilih mengembalikan dua kemasan Minyakita ukuran dua liter meski belum menggunakannya untuk memasak. Keputusan itu diambil setelah mendengar keluhan serupa dari warga lain terkait aroma minyak goreng tersebut.
“Warna minyak juga lebih pekat dibandingkan minyak goreng yang biasa digunakan,” katanya.
Petinggi Desa Selagi, Damam, mengatakan bantuan Minyakita telah disalurkan kepada 542 keluarga penerima manfaat (KPM) pada 22 Juni 2026.
Namun, beberapa hari setelah penyaluran, pihaknya mulai menerima laporan dari warga mengenai dugaan kualitas minyak goreng yang tidak sesuai.
“Warga mengeluhkan bau menyengat saat kemasan dibuka. Beberapa penerima juga mengaku minyak mengeluarkan letupan kecil ketika dipanaskan dan hasil masakan terasa berbeda dari biasanya,” katanya.
Menanggapi laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pakisaji. Seluruh penerima bantuan kemudian diminta mengembalikan Minyakita sambil menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut dari instansi terkait.
“Saya sempat melakukan uji coba sederhana dengan memanaskan minyak tersebut. Dari percobaan itu muncul letupan kecil disertai aroma yang menyerupai minyak tanah,” tuturnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Plajan. Petinggi Desa Plajan, Kartono, menyebut hingga Kamis pagi sekitar 1.400 kemasan Minyakita telah dikembalikan warga, dari total sekitar 1.500 keluarga penerima manfaat di desa tersebut.
Menurutnya, warga masih terus berdatangan ke balai desa untuk mengembalikan minyak goreng bantuan sehingga jumlah kemasan yang terkumpul diperkirakan masih akan terus bertambah.
Saat ini, Pemerintah Desa Selagi dan Desa Plajan tengah menyusun berita acara pengembalian sebagai laporan resmi.
Dokumen tersebut akan disampaikan kepada Pemerintah Kecamatan Pakisaji sebelum diteruskan kepada Bulog sebagai dasar penanganan lebih lanjut atas keluhan masyarakat terkait kualitas Minyakita bantuan.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid











