GROBOGAN, Harianmuria.com – Prosesi Boyong Grobog dalam rangka perayaan hari jadi ke-300 Kabupaten Grobogan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026 yang turut dihadiri Wakin Menteri Pertanian, Sudaryono.
Bupati Grobogan, Setyo Hadi, mengatakan boyong grobog merupakan tradisi sejak tahun-tahun lalun untuk mengenang para pendidi daerah sekaligus ungkapan syukur dan doa.
“Berdoa bersama semua warga Grobogan, agar Grobogan ini murah sandang murah pangan,” ujarnya.
Prosesi boyong grobog dimulai dari pengambilan grobog berisi pusaka dari Kecamatan Grobogan, kemudian dibawa ke pendopo kabupaten. Arak-arakan ini dipimpin langsung oleh bupati.
Dalam acara ini ada juga rebutan gunungan hasil bumi yang merupakan hasil dari pertanian masyarakat Grobogan. Total ada 21 gunungan pada tahun ini.
Bupati Setyo Hadi mengatakan 21 gunungan ini memiliki filosofi untuk membuang kesialan.
“Membuang soal supaya Grobogan lebih makmur,” ujarnya.
Dalam agenda boyong grobog kali ini dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang merupakan putra asli Grobogan.
Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar mengatakan HUT ke-300 Grobogan menunjukkan bahwa Grobogan merupakan kabupaten yang sudah tua. Ia juga menyebut banyak tokoh yang telah lahir di Grobogan.
Sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Mas Dar menyebutkan sumbangsih Grobogan yang sangat besar dalam hal pangan. Apalagi daerah ini juga menjadi salah satu lumbung pangan besar baik di Jawa Tengah maupun Nasional.
“Grobogan ini adalah salah satu lumbung pangan besar dan terbesar di Jawa Tengah dan Indonesia,” ucapnya.
Mas Dar menjelaskan produk pertanian Grobogan memiliki kualitas salah satu yang terbaik, mulai dari beras, jagung, kedelai dan lain lain.
Ia juga menyoroti agar kemiskinan di masyarakat segera untuk di entaskan, salah satu caranya dengan melalui pertanian.
“Karena bertani adalah cara sederhana yang bisa dikerjakan banyak orang,” ujarnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











