GROBOGAN, Harianmuria.com – Kandang sapi milik Kaspan (51), warga Dusun Sarip, Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan terbakar pada Selasa, 21 Juli 2026 malam.
Peristiwa pertama kali diketahui warga yang sedang berada di warung tak jauh dari lokasi. Warga melihat kobaran api dari arah kandang.
Saat warga tiba di lokasi kejadian, api sudah membakar sebagian besar bangunan kandang. Warga kemudian berteriak meminta bantuan kepada masyarakat sekitar dan memanggil pemadam kebakaran.
Di tengah upaya pemadaman, warga berhasil mengevakuasi tiga ekor sapi keluar dari kandang. Namun, satu ekor sapi tidak dapat diselamatkan karena kobaran api telah membesar dan melahap bagian dalam kandang.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, petugas Polsek Wirosari menemukan sisa jerami terbakar, serbuk kayu bekas penggergajian yang hangus, serta bekas perapian atau bediang di bagian utara kandang.
Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Haryanto mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu oleh bediang yang digunakan untuk mengusir nyamuk di dalam kandang.
“Setelah menerima laporan, anggota bersama Tim Damkar dan Unit Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan olah TKP. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh bediang yang digunakan untuk mengusir nyamuk di dalam kandang,” ujar AKP Saptono.
Ia menjelaskan penggunaan bediang masih umum dilakukan oleh para peternak, terutama pada malam hari. Namun, penggunaannya harus diawasi dengan baik agar tidak memicu kebakaran, terutama jika di sekitar lokasi terdapat jerami kering atau bahan lain yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau para peternak agar lebih berhati-hati saat menggunakan bediang maupun sumber api lainnya. Pastikan api benar-benar aman sebelum ditinggalkan dan jauhkan dari bahan yang mudah terbakar agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Polsek Wirosari juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di lingkungan permukiman maupun kandang ternak, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa dan menjaga keselamatan jiwa serta harta benda.
Sementara itu kerugian akibat peristiwa kebakaran ini ditaksir mencapai Rp22 juta.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











