GROBOGAN, Harianmuria.com — Pemerintah Kabupaten Grobogan resmi menutup rangkaian kegiatan pasar murah tahun 2026 di halaman Setda kabupaten setempat pada Kamis, 12 Maret 2026.
Pasar murah dibuka pada 9 Februari 2026 di delapan titik lokasi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus menjaga daya beli menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan bahwa pasar murah diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem.
“Kegiatan ini berkelanjutan, berjalan di delapan titik, penutupannya di halaman setda. Tadi kami lihat banyak yang habis. Untuk menjelang lebaran kami harap harga pangan terutaman bahan pokok harus stabil,” terangnya.
Program pasar murah ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan tiga abad Hari Jadi Kabupaten Grobogan.
Melalui pasar murah, pemerintah memberikan subsidi sejumlah komoditas pangan sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemerintah menyediakan berbagai paket komoditas bersubsidi yang dapat ditebus masyarakat menggunakan kupon. Di antaranya beras medium 5 kilogram sebanyak 3.630 paket, minyak goreng 1 liter sebanyak 7.450 paket, gula pasir 1 kilogram sebanyak 7.450 paket, telur 1 kilogram sebanyak 3.225 paket, mie instan lima buah sebanyak 20.500 paket, serta sirup sebanyak 3.300 botol.
Penutupan pasar murah juga diramaikan dengan pembagian paket sembako gratis dari sejumlah pihak seperti PT BPR BKK Purwodadi, Bank Jateng, Bank Purwa Artha, Adinda Catering, IWAPI, GOW, serta Bhayangkari.
Masyarakat pun antusias membeli sembako di pasar murah. Salah satu warga, Lilik, mengatakan kegiatan tersebut sangat membantu keluarganya di tengah kenaikan harga bahan pokok.
Lilik menyebut harga beras di pasaran saat ini sudah mencapai kisaran Rp15 ribu per kilogram. Sementara melalui pasar murah, beras dijual dengan harga Rp45 ribu untuk kemasan lima kilogram.
“Ini sangat membantu masyarakat, sembako murah. Sangat membantu masyarakat,” ucapnya.
Penutupan pasar murah juga diikuti 42 stan yang terdiri dari organisasi perangkat daerah, instansi, BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, perusahaan, hingga pelaku IKM dan UMKM. Mereka menjual berbagai produk kebutuhan pokok maupun olahan makanan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











