GROBOGAN, Harianmuria.com – Atap bangunan tiga ruang kelas SDN 2 Latak, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, ambrol setelah diterjang hujan deras pada Minggu malam, 11 Januari 2026. Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar siswa dari tiga kelas terpaksa dialihkan ke madrasah diniyah (madin).
Ruang kelas yang terdampak masing-masing merupakan kelas empat, lima, dan enam. Material atap berupa kayu dan genteng ambruk ke dalam ruangan, menyebabkan sejumlah genteng pecah serta menimpa meja dan kursi siswa.
Beruntung, peristiwa robohnya atap terjadi pada malam hari saat tidak ada aktivitas sekolah, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Guru SD Negeri 2 Latak, Uswatun Hasanah, mengungkapkan akibat kerusakan tersebut pihak sekolah terpaksa mengalihkan kegiatan belajar mengajar dengan meminjam bangunan madrasah diniyah (madin) setempat sebagai tempat belajar sementara.
Menurutnya, sebanyak 40 siswa dari tiga kelas harus mengikuti pelajaran di ruang dengan ukuran terbatas, sehingga membuat proses belajar kurang nyaman.
“Sementara ini anak-anak belajarnya ikut di madrasah, kami juga sudah minta izin ke warga dan komite serta kepala sekolah madrasah untuk sementara dialihkan dulu,” katanya, Senin, 26 Januari 2026.
Uswatun mengatakan pihaknya lebih memilih meminjam bangunan madin karena jika kegiatan belajar dilakukan di lingkungan sekolah, pihak sekolah harus melakukan penyekatan ruangan agar dapat digunakan secara bersamaan. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak ideal bagi siswa maupun guru.
Ia menyebut kayu penyangga atap bangunan sebenarnya sudah dalam kondisi lapuk sejak dua tahun terakhir. Kerusakan semakin parah karena sering terpapar air hujan.
Atap bangunan akhirnya roboh saat hujan turun dengan intensitas cukup tinggi. Struktur kayu yang sudah rapuh tidak mampu lagi menahan beban genteng.
“Untungnya kejadian pas hari Minggu malam Senin, ambrol semuanya. Akhirnya yang sebelah selatan itu ikut ambrol. Itu ada tiga ruang kelas dan satu kantor,” ujarnya.
Pihak sekolah bersama siswa dan guru berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan bangunan, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal, aman, dan nyaman.
“Semoga nanti dapat segera diperbaiki dan kita bisa kembali aktivitas bersama-sama,” pungkas Uswatun.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid











