BLORA, Harianmuria.com – Progres rehabilitasi dua ruas jalan nasional di Kabupaten Blora telah mencapai sekitar 450 meter pada hari keempat pelaksanaan. Total proyek tersebut ditarget 1,3 kilometer di Jalan Ahmad Yani.
Perbaikan jalan nasional tersebut mengakibatkan sedikit kemacetan jalan. Pasalnya titik perbaikan jalan diberlakukan contra flow atau sistem satu arah. Sedangkan kendaraan yang melintas di ruas tersebut banyak dari kendaraan berat serta truk sumbu tiga ke atas.
Perbaikan yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng-DIY (BBPJN Jateng-DIY) dimulai pada Senin, 2 Maret 2026. Proyek itu dikerjakan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Provinsi Jawa Tengah dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar sebagai persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
PPK 3.6 Provinsi Jateng BBPJN Jateng-DIY, Arif Agus Setyawan, mengatakan progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 23,08 persen dari total 1,3 kilometer.
“Progres saat ini sekitar 300 meter dari target 1,3 kilometer. Pekerjaan terus kami kebut supaya selesai sesuai target,” ujar Arif, Kamis, 5 Maret 2026.
Arif menjelaskan rehabilitasi minor dilakukan dengan pelapisan aspal satu lapis (AC-WC) menyusul kerusakan akibat cuaca ekstrem yang memicu munculnya lubang di badan jalan.
Sejumlah lubang sebelumnya ditemukan dengan kedalaman hingga 7 sentimeter dan diameter mencapai 50 sentimeter sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
“Penanganan dilakukan secara spot maupun memanjang sesuai kondisi lapangan. Metode yang digunakan yakni patching dengan aspal panas (hotmix) dari AMP dengan aditif hingga seluruh titik kerusakan tertangani,” ujarnya.
Dua ruas yang direhabilitasi, lanjut dia, yakni Jalan Ahmad Yani sepanjang sekitar 1,3 kilometer, dengan nilai pekerjaan sekitar Rp2 miliar. Selanjutnya Jalan Sudirman sepanjang 0,5 kilometer senilai sekitar Rp1 miliar. Di ruas Jalan Sudirman juga dilakukan perataan tumpukan aspal lama.
Untuk mendukung percepatan pekerjaan, sambung Arif, dikerahkan satu unit cold milling machine (CMM), finisher, tandem roller, pneumatic tire roller (PTR), asphalt sprayer, kompresor, serta 15 dump truck dengan jumlah pekerja lebih dari 100 orang.
“Selama pekerjaan berlangsung, diberlakukan sistem contra flow guna meminimalkan kemacetan arus kendaraan di ruas tersebut. Pekerjaan ditargetkan rampung paling lambat H-10 Lebaran agar kondisi jalan lebih aman dan nyaman dilalui pemudik,” bebernya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











