BLORA, Harianmuria.com – Sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto yang disalurkan ke Masjid Al-Ikhlas Desa Kawengan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, sempat mengamuk saat proses penurunan dari kendaraan pada Selasa, 26 Mei 2026. Hewan berbobot sekitar 1,1 ton itu bahkan berlari sejauh kurang lebih 100 meter sebelum akhirnya berhasil dikendalikan kembali.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga di sekitar lokasi panik. Empat orang yang memegang tali kendali sapi ikut terseret ketika sapi tiba-tiba lepas kendali saat diturunkan.
Meski sempat memicu ketegangan, sapi berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban serius. Kondisi hewan kurban itu juga dipastikan tetap sehat menjelang penyembelihan Idul Adha.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Rasmiyana, mengatakan proses distribusi sapi bantuan presiden berjalan lancar hingga tiba di lokasi penerima.
“Alhamdulillah proses penurunan sampai penyerahan berjalan lancar. Kondisi sapi sehat dan pertumbuhannya terus terjaga sejak dipelihara peternak sampai saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bobot sapi bantuan presiden tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1,1 ton. Bahkan, beratnya dimungkinkan bertambah dibanding hasil penimbangan terakhir.
“Kurang lebih 1,1 ton. Kemungkinan sekarang bisa lebih, tetapi yang jelas stabil dan tidak ada penurunan berat badan,” terangnya.
Menurut Rasmiyana, sapi sempat menunjukkan perilaku agresif saat diturunkan di lokasi transit desa. Namun situasi masih dapat dikendalikan oleh petugas gabungan bersama warga sekitar.
“Tadi sempat emosi saat diturunkan, tetapi masih bisa dikendalikan dan dinaikkan ke kendaraan lagi,” katanya.
Ia menambahkan, penentuan lokasi penerima bantuan sapi kurban presiden merupakan kewenangan Bupati Blora.
“Untuk penerima dan lokasi dipilih oleh bupati, itu kewenangan beliau,” imbuhnya.
Sementara itu, warga Desa Kawengan, Kariyono, mengaku bersyukur desanya menjadi penerima bantuan sapi kurban dari Presiden tahun ini. Namun ia juga mengakui sempat terjadi kepanikan ketika sapi mengamuk saat proses penurunan.
Menurutnya, empat orang berusaha mengendalikan tali sapi, sementara dua orang sempat terseret beberapa meter.
“Tadi sempat emosi sapinya. Tapi, Alhamdulillah masih bisa dikendalikan lagi,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid










