BLORA, Harianmuria.com – Persikaba mengapresiasi putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jateng menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup untuk kiper PSIR Rembang, Raihan Al Fariq. Keputusan itu buntut tendangan dada terhadap pemain Persikaba Rizal Dimas.
Manajer Persikaba, Muhammad Imroni, mengaku sudah menerima dan membaca surat keputusan (SK) Komdis PSSI Jateng. Menurutnya Komdis sudah bergerak cepat dalam menindaklanjuti insiden tersebut.
“Ya sudah kami baca. Ini sebagai langkah tegas biar Liga 4 gak parah (lebih baik),” ujar Imroni, Jumat, 23 Januari 2026.
Imroni menjelaskan kondisi pemainnya, Rizal Dimas, saat ini masih istirahat untuk pemulihan cedera.
“Masih istirahat. Semoga segera pulih dan merumput bersama Persikaba di lanjutan 16 besar (Liga 4 Jateng),” terangnya.
Kiper PSIR Rembang Disanksi Tak Boleh Main Seumur Hidup, Manajemen Ajukan Banding
Satu hari berselang setelah laga PSIR Rembang melawan Persikaba Blora pada Rabu, 22 Januari 2026, Komdis PSSI Jateng langsung menjatuhkan sanksi berat berupa larangan bermain bola seumur hidup dan denda Rp5 juta terhadap kiper PSIR. Hukuman tersebut berlaku secara nasional.
Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, mengatakan sanksi untuk pemain PSIR Rembang, Raihan, diputuskan setelah menggelar sidang disiplin.
Sidang tersebut dihadiri Komite Wasit, yang dimintai keterangan sebagai saksi ahli, atas kepemimpinan wasit di laga PSIR kontra Persikaba. Keputusan ini diambil secara bulat tanpa pendapat berbeda dari majelis Komdis PSSI Jateng.
“Hasil sidang menyatakan secara bulat hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup dan denda Rp 5 juta kepada yang bersangkutan,” ujar Samuel, Jumat, 23 Januari 2026).
Meski demikian, Komdis PSSI Jateng masih membuka peluang pengajuan banding atas putusan sidang tersebut.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











