BLORA, Harianmuria.com – Bupati Blora, Arief Rohman, memastikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Blora akan dilaksanakan pada 2027. Kepastian tersebut disampaikan saat memberikan keterangan pers terkait capaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah baru-baru ini.
“Insyaallah tahun 2027 mendatang akan dilaksanakan Pilkades Serentak di Kabupaten Blora,” ujar Arief.
Selain menyampaikan agenda Pilkades, Arief memaparkan sejumlah indikator pembangunan daerah. Ia menyebut perekonomian Kabupaten Blora saat ini tumbuh sebesar 5,49 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan Blora menjadi daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah. Di sektor pertanian, Kabupaten Blora tercatat sebagai produsen jagung terbesar kedua serta masuk enam besar daerah penghasil padi di provinsi tersebut.
Di bidang infrastruktur, Arief mengatakan kondisi jalan berkategori mantap di Kabupaten Blora kini telah mencapai sekitar 70 persen. Menurutnya, peningkatan tersebut didukung pendanaan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Jalan Tunjungan-Japah sekarang sudah bagus dan mulus. Ini berkat dukungan pemerintah pusat melalui dana Inpres dan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Harapan kami sebelum masa jabatan berakhir, jalan di Kabupaten Blora bisa tuntas 100 persen,” ujarnya.
Arief juga mengajak kepala desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader PKK, Karang Taruna, ketua RT/RW, hingga kader Posyandu memanfaatkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
“Tahun ini program RPL dibuka lagi dengan kuota 230 mahasiswa. Ini kesempatan besar bagi para pegiat desa untuk meningkatkan kapasitas diri,” kata Arief.
Ia mengungkapkan, hampir 1.000 warga Blora telah mengikuti pendidikan tinggi melalui berbagai program kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Blora dan UNNES.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.
“Kalau SDM maju, pelayanan publik di desa juga akan semakin baik. Ini yang terus kami dorong,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











