• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Abdul Kadir Karding Siapkan Jurus Jitu Pasca Perusahaan Walet Jateng Kena Suspend China

Redaksi by Redaksi
23 Agustus 2026
in Barantin
65 4
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam agenda pertemuan dengan pengusaha di Jateng.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam agenda pertemuan dengan pengusaha di Jateng.

529
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Badan Karantina Indonesia (Barnatin) bergerak cepat menyiapkan serangkaian langkah dan upaya perbaikan ekspor demi mengatasi ketatnya standar mutu di negara tujuan.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan komitmennya untuk mendampingi eksportir lokal sekaligus membenahi sistem pelayanan karantina secara menyeluruh.

Hal itu disampaikan Karding dalam acara penjaringan aspirasi masyarakat yang digelar di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Langkah tersebut diambil guna memetakan berbagai hambatan ekspor yang dihadapi para pelaku usaha di daerah, sekaligus menyerap masukan langsung dari lapangan demi mendorong percepatan perbaikan arus perdagangan luar negeri.

Dalam kegiatan tersebut, Karding juga menyebut nilai ekspor Jawa Tengah pada 2026 sekitar Rp10,9 triliun berdasarkan data yang disampaikan dalam forum.

Dari 40 perusahaan yang hadir, terdapat salah satu pelaku usaha burung walet dari PT Bait Citra Abadi bernama Henry menyampaikan keluhanya terkait dengan standar ketat China yang menjadi salah satu persoalan ekspor-impor Jawa Tengah.

Henry mengatakan persyaratan ekspor ke China semakin ketat, terutama terkait kualitas produk dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Menurutnya, sejumlah parameter memiliki batas yang sangat ketat, termasuk aluminium dan nitrit. Kondisi tersebut membuat proses pengawasan harus dilakukan sejak bahan baku hingga produk jadi.

"Persyaratan dari Cina semakin lama semakin sulit. Kita dituntut semakin meningkatkan kualitas produk, terutama dari hasil tes lab. Kami harus menjaga dari hulu sampai hilir, bahkan dari rumah burung dan sumber-sumber bahan," ujarnya.

Dikatakan Henry, persoalan muncul ketika produk telah sampai di negara tujuan. Henry mengatakan perusahaannya pernah mengalami produk yang terkena suspend setelah hasil pemeriksaan di China menunjukkan kandungan yang melewati ambang batas.

"Peristiwanya terjadi pada 2025. Produk yang diperiksa saat itu sekitar 50-60 kilogram. Setiap batch diperiksa. Kebetulan waktu itu lewat ambang batas. kejadian tersebut hanya berlangsung satu kali. Memang mereka sangat ketat. Satu kali enggak lolos langsung kena suspend" ungkapnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan dalam memasok bahan baku sarang walet yang digunakan perusahaan, pihaknya mengambil dari beberapa wilayah luar Jawa, termasuk Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.

Pihaknya juga memastikan sejauh ini proses perizinan di dalam negeri tidak menjadi kendala utama.

"Koordinasi antara pelaku usaha dengan Badan Karantina berjalan baik. Perizinan tidak ada kendala. Selama ini kinerja Badan Karantina, koordinasi antara pengguna jasa dan Badan Karantina juga baik. Pengajuan pemeriksaan dilakukan secara daring yakni petugas biasanya datang untuk melakukan pemeriksaan sekitar dua hingga tiga hari setelah pengajuan," ujar dia.

Merespons hal ini, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding tidak memungkiri dan membenarkan adanya perusahaan walet di Jawa Tengah yang terkena suspend terkait standar China.

Ketika ditanya jumlah perusahaan yang terdampak, Karding menyebut sekitar satu hingga dua perusahaan.

"Walet Jawa Tengah ada. Ada yang di-suspend, tapi lagi kita dorong supaya diperbaiki, sekitar satu hingga två perusahaan. Menurut Cina begitu. Tapi akan kita dorong lakukan perbaikan-perbaikan," ujarnya.

Standar yang ditetapkan negara tujuan, lanjut Karding, merupakan ketentuan yang harus dipenuhi oleh eksportir.

Ia mengatakan pemerintah juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar produk yang diekspor memenuhi persyaratan negara tujuan.

"China tentu punya standar yang mau tidak mau harus kita ikuti. Kita ikuti itu. Itu kewenangannya di mereka. Namun kami juga lakukan pendampingan kepada para pengusaha agar bagaimana caranya standar-standar itu bisa paralel atau sama dengan kebutuhan pembeli yang ada di luar negeri," tegasnya.

Dalam acara tersebut, Karding, di hadapan 40 perusahaan, meminta masukan mengenai pelayanan Badan Karantina. Salah satunya evaluasi mengenai aturan-aturan regulasi karantina yang selama ini dianggap belum mendukung kelancaran ekspor-impor dan perdagangan.

"Ada 40 lebih perusahaan yang bertemu untuk mendiskusikan yang pertama, adakah aturan-aturan regulasi karantina yang selama ini dianggap belum mendukung kelancaran ekspor-impor dan perdagangan. Kami juga meminta para pelaku usaha juga diminta memberikan masukan mengenai pelayanan yang dinilai masih perlu diperbaiki," jelas Karding.

Sebagai upaya perbaikan sistemik, Barantin fokus memperkuat infrastruktur digital untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan transparansi layanan pemeriksaan di lapangan.

"Badan Karantina akan meningkatkan penggunaan sistem digital dalam pelayanan. Prinsipnya, saya menegaskan ke depan kita lebih banyak menggunakan digital," ujarnya.

"Semua perintah inspeksi ataupun pemeriksaan itu ada tanggalnya dan ada maksimum waktunya," katanya.

Tidak berhenti di situ, guna menjamin kepastian berusaha dan kebersihan tata kelola perizinan ekspor, Barantin menerapkan tindakan tegas tanpa toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran integritas petugas.

Karding juga menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap pungutan liar di lingkungan Badan Karantina. Ia mengatakan hingga kegiatan penjaringan aspirasi tersebut belum menerima laporan mengenai pungli dari pelaku usaha.

Ia meminta pelaku usaha tetap menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pungutan liar.

"Pungli alhamdulillah ini enggak ada laporan. Petugas yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai berbagai sanksi, mulai dari penurunan pangkat, pemecatan hingga proses pidana. Zero toleransi itu artinya kalau ada yang melanggar, kena masalah," tandasnya.

Editor: Asih

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Badan Karantina IndonesiaBarantinBerita BarantinInfo Barantin
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Barantin Dorong Hilirisasi Komoditas Ekspor, Abdul Kadir Karding Soroti Hal Ini

Next Post

Dewan Pati Dukung Pengembangan Atlet Sepak Bola Lewat Turnamen

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Suasana usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Karantina Indonesia 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Buka Rakornas 2026, Kepala Barantin Targetkan Akses Ekspor Indonesia Makin Mudah

by Redaksi
15 Oktober 2026
510

BEKASI, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong transformasi total sistem perkarantinaan nasional demi mempermudah jalan bagi produk-produk unggulan Indonesia menembus pasar internasional. Arahan tersebut ditegaskan oleh Kepala...

Ilustrasi-kuda laut kering

Mengaku Makanan Ringan, Modus Pengiriman Ilegal 1.728 Kuda Laut Kering Terbongkar di Bandara RHF

by Redaksi
12 Oktober 2026
515

TANJUNGPINANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) membongkar modus pengelabuan pengiriman ilegal 1.728 ekor kuda laut kering di terminal kargo Bandara Raja...

Kepala Barantin - Abdul Kadir Karding

Barantin Pasang Karpet Merah! Siap Boyong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

by Redaksi
11 Oktober 2026
516

SEMARANG, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) siap memberikan kemudahan dan "karpet merah" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta generasi muda untuk memperluas jangkauan pasar...

Ilustrasi-pertanian Lada Putih.

1.300 Kelompok Petani Lada Babel Diholding demi Dongkrak Mutu Ekspor Internasional

by Redaksi
4 Oktober 2026
565

PANGKALPINANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi melakukan holding terhadap 1.300 kelompok petani lada putih. Langkah strategis ini ditempuh guna...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
525
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Lentog Tanjung, salah satu kuliner khas Kudus. (Instagram @naha_hanif7/Harianmuria.com)

10 Rekomendasi Kuliner Khas Kudus Kota Kretek yang Wajib Dicoba

22 September 2022
1.1k
Ilustrasi ibu dan bayinya. (Freepik/Harianmuria.com)

Penjelasan Childfree Menurut Pandangan Islam, Pahami agar Tidak Langsung Menghakimi

20 Februari 2023
695

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya