• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Agustus 23, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Abdul Kadir Karding Siapkan Jurus Jitu Pasca Perusahaan Walet Jateng Kena Suspend China

Redaksi by Redaksi
23 Agustus 2026
in Barantin
63 3
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam agenda pertemuan dengan pengusaha di Jateng.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam agenda pertemuan dengan pengusaha di Jateng.

509
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Badan Karantina Indonesia (Barnatin) bergerak cepat menyiapkan serangkaian langkah dan upaya perbaikan ekspor demi mengatasi ketatnya standar mutu di negara tujuan.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan komitmennya untuk mendampingi eksportir lokal sekaligus membenahi sistem pelayanan karantina secara menyeluruh.

Hal itu disampaikan Karding dalam acara penjaringan aspirasi masyarakat yang digelar di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Langkah tersebut diambil guna memetakan berbagai hambatan ekspor yang dihadapi para pelaku usaha di daerah, sekaligus menyerap masukan langsung dari lapangan demi mendorong percepatan perbaikan arus perdagangan luar negeri.

Dalam kegiatan tersebut, Karding juga menyebut nilai ekspor Jawa Tengah pada 2026 sekitar Rp10,9 triliun berdasarkan data yang disampaikan dalam forum.

Dari 40 perusahaan yang hadir, terdapat salah satu pelaku usaha burung walet dari PT Bait Citra Abadi bernama Henry menyampaikan keluhanya terkait dengan standar ketat China yang menjadi salah satu persoalan ekspor-impor Jawa Tengah.

Henry mengatakan persyaratan ekspor ke China semakin ketat, terutama terkait kualitas produk dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Menurutnya, sejumlah parameter memiliki batas yang sangat ketat, termasuk aluminium dan nitrit. Kondisi tersebut membuat proses pengawasan harus dilakukan sejak bahan baku hingga produk jadi.

"Persyaratan dari Cina semakin lama semakin sulit. Kita dituntut semakin meningkatkan kualitas produk, terutama dari hasil tes lab. Kami harus menjaga dari hulu sampai hilir, bahkan dari rumah burung dan sumber-sumber bahan," ujarnya.

Dikatakan Henry, persoalan muncul ketika produk telah sampai di negara tujuan. Henry mengatakan perusahaannya pernah mengalami produk yang terkena suspend setelah hasil pemeriksaan di China menunjukkan kandungan yang melewati ambang batas.

"Peristiwanya terjadi pada 2025. Produk yang diperiksa saat itu sekitar 50-60 kilogram. Setiap batch diperiksa. Kebetulan waktu itu lewat ambang batas. kejadian tersebut hanya berlangsung satu kali. Memang mereka sangat ketat. Satu kali enggak lolos langsung kena suspend" ungkapnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan dalam memasok bahan baku sarang walet yang digunakan perusahaan, pihaknya mengambil dari beberapa wilayah luar Jawa, termasuk Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.

Pihaknya juga memastikan sejauh ini proses perizinan di dalam negeri tidak menjadi kendala utama.

"Koordinasi antara pelaku usaha dengan Badan Karantina berjalan baik. Perizinan tidak ada kendala. Selama ini kinerja Badan Karantina, koordinasi antara pengguna jasa dan Badan Karantina juga baik. Pengajuan pemeriksaan dilakukan secara daring yakni petugas biasanya datang untuk melakukan pemeriksaan sekitar dua hingga tiga hari setelah pengajuan," ujar dia.

Merespons hal ini, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding tidak memungkiri dan membenarkan adanya perusahaan walet di Jawa Tengah yang terkena suspend terkait standar China.

Ketika ditanya jumlah perusahaan yang terdampak, Karding menyebut sekitar satu hingga dua perusahaan.

"Walet Jawa Tengah ada. Ada yang di-suspend, tapi lagi kita dorong supaya diperbaiki, sekitar satu hingga två perusahaan. Menurut Cina begitu. Tapi akan kita dorong lakukan perbaikan-perbaikan," ujarnya.

Standar yang ditetapkan negara tujuan, lanjut Karding, merupakan ketentuan yang harus dipenuhi oleh eksportir.

Ia mengatakan pemerintah juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar produk yang diekspor memenuhi persyaratan negara tujuan.

"China tentu punya standar yang mau tidak mau harus kita ikuti. Kita ikuti itu. Itu kewenangannya di mereka. Namun kami juga lakukan pendampingan kepada para pengusaha agar bagaimana caranya standar-standar itu bisa paralel atau sama dengan kebutuhan pembeli yang ada di luar negeri," tegasnya.

Dalam acara tersebut, Karding, di hadapan 40 perusahaan, meminta masukan mengenai pelayanan Badan Karantina. Salah satunya evaluasi mengenai aturan-aturan regulasi karantina yang selama ini dianggap belum mendukung kelancaran ekspor-impor dan perdagangan.

"Ada 40 lebih perusahaan yang bertemu untuk mendiskusikan yang pertama, adakah aturan-aturan regulasi karantina yang selama ini dianggap belum mendukung kelancaran ekspor-impor dan perdagangan. Kami juga meminta para pelaku usaha juga diminta memberikan masukan mengenai pelayanan yang dinilai masih perlu diperbaiki," jelas Karding.

Sebagai upaya perbaikan sistemik, Barantin fokus memperkuat infrastruktur digital untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan transparansi layanan pemeriksaan di lapangan.

"Badan Karantina akan meningkatkan penggunaan sistem digital dalam pelayanan. Prinsipnya, saya menegaskan ke depan kita lebih banyak menggunakan digital," ujarnya.

"Semua perintah inspeksi ataupun pemeriksaan itu ada tanggalnya dan ada maksimum waktunya," katanya.

Tidak berhenti di situ, guna menjamin kepastian berusaha dan kebersihan tata kelola perizinan ekspor, Barantin menerapkan tindakan tegas tanpa toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran integritas petugas.

Karding juga menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap pungutan liar di lingkungan Badan Karantina. Ia mengatakan hingga kegiatan penjaringan aspirasi tersebut belum menerima laporan mengenai pungli dari pelaku usaha.

Ia meminta pelaku usaha tetap menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pungutan liar.

"Pungli alhamdulillah ini enggak ada laporan. Petugas yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai berbagai sanksi, mulai dari penurunan pangkat, pemecatan hingga proses pidana. Zero toleransi itu artinya kalau ada yang melanggar, kena masalah," tandasnya.

Editor: Asih

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Badan Karantina IndonesiaBarantinBerita BarantinInfo Barantin
SummarizeShare37SendShare
Previous Post

Barantin Dorong Hilirisasi Komoditas Ekspor, Abdul Kadir Karding Soroti Hal Ini

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding konferensi pers usai melepas ekspor tiga komoditas ke China.

Barantin Dorong Hilirisasi Komoditas Ekspor, Abdul Kadir Karding Soroti Hal Ini

by Redaksi
23 Agustus 2026
510

TANGERANG, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, melepas ekspor tiga komoditas tropis unggulan, yakni manggis, kepiting dan walet dengan nilai Rp40,8 miliar lebih...

Sarang Burung Walet.

Langgar Standar Mutu, 19 Perusahaan Sarang Burung Walet Kena Suspend

by Redaksi
23 Agustus 2026
507

TANGERANG, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengungkapkan bahwa sebanyak 19 perusahaan sarang burung walet dijatuhi sanksi penangguhan (suspend) akibat tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan dalam proses...

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding bersama perwakilan dari Uruguay, menunjukkan MoU bidang SPS di Kantor Barantin, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Kerja Sama Indonesia-Uruguay Buka Potensi Ekspor 27 Komoditas

by Redaksi
20 Agustus 2026
560

JAKARTA, Harianmuria.com - Kerja sama Indonesia-Uruguay resmi diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bidang sanitary and phytosanitary (SPS) untuk memperluas potensi pasar ekspor di Amerika Selatan. Kepala Badan...

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat, RM Ende Dezeanto, dalam Webseries Go Ekspor Barantin #6 bertajuk "Jengkol Sumatera Barat dari Perkebunan Rakyat Menuju Pasar Global", Rabu (19/8/2026).

Jengkol Sumbar Tunjukkan Taji! Komoditas Kini Ekspor Sampai Jepang

by Redaksi
19 Agustus 2026
512

PADANG, Harianmuria.com — Komoditas jengkol asal Sumatera Barat menunjukkan potensi besar untuk menguasai pasar dunia. Meski selama ini dipandang sebagai kuliner lokal biasa, peluang pasar ekspor jengkol Sumbar...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Kaliwungu Kendal Sambut Maulid Nabi dengan Tradisi Weh-wehan

Warga Kaliwungu Kendal Sambut Maulid Nabi dengan Tradisi Weh-wehan

22 Agustus 2026
514
Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

21 Agustus 2026
533
Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

21 Agustus 2026
750
4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

20 Agustus 2026
519

TRENDING HARI INI

  • Pemkab Grobogan Siapkan 2 Videotron Raksasa di Pusat Kota

    Pemkab Grobogan Siapkan 2 Videotron Raksasa di Pusat Kota

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 1.789 Rumah Tak Layak Huni di Rembang Masuk Program Bedah Rumah 2026

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Disdikbud Kendal Targetkan Revitalisasi 9 PAUD Rampung Bulan Ini

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Sekilas Profil Sekda Bener Meriah Riswandika Putra

Sekilas Profil Sekda Bener Meriah Riswandika Putra

24 April 2026
613
Seribu Batu Semliro Kudus: Wisata Kuliner dan Spot Instagramable di Lereng Muria

Seribu Batu Semliro Kudus: Wisata Kuliner dan Spot Instagramable di Lereng Muria

21 Juni 2025
738

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya