• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja?

Sekar Sari by Sekar Sari
20 Oktober 2022
in Artikel, Lifestyle
571 12
Ilustrasi permainan congklak, salah satu mainan yang dimainkan orang Jawa Tengah zaman dulu dan mulai punah. (Instagram @anil_t_prabhakar/Harianmuria.com)

Ilustrasi permainan congklak, salah satu mainan yang dimainkan orang Jawa Tengah zaman dulu dan mulai punah. (Instagram @anil_t_prabhakar/Harianmuria.com)

4.5k
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

4. Dingklil Oglak Aglik

Selain bermain congklak, anak-anak zaman dahulu seringkali menghabiskan waktunya memainkan permainan dingklik oglak aglik. Istilah itu diambil dari cara menirukan bangku (dhingklik) yang keadaannya mudah goyah dan hampir roboh (oglak aglik).

Permainan ini hanya bisa dilakukan oleh minimal 3 anak dalam satu kelompok, lebih bagusnya lagi jika anggotanya memiliki postur tumbuh hampir sama atau seumuran. Sebab permainan ini yang dibutuhkan adalah kekompakan dan keseimbangan agar dhingklik yang dibuat tidak hancur.

Adapun cara memainkannya,  yaitu semua pemain harus berdiri saling berhadapan dan melingkar dengan menggandeng tangan sampingnya. Lalu orang pertama (A) akan masuk diantara dua orang yang lain (B dan C) sampai semuanya dalam posisi saling membelakangi.

Kemudian satu persatu meletakkan salah satu kakinya menggantung di atas tangan yang masih saling menggandeng. Setelah semua kaki saling bertumpukan di tengah, para pemain akan bertepuk tangan dan memutar sambil menyanyikan lagu dhingklik oglak oglik, yen kecelik adang gogik, yu yu mbakyu mangga dhateng pasar blanja, leh olehe napa, jenang jagung enthok-enthok jenang jagung, enthok-enthok jenang jagung, enthok-enthok jenang jagung.

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja? | Harianmuria
(YouTube/Harianmuria.com)

5. Jamuran

Biasanya di sore banyak anak berkumpul ke lapangan untuk bermain bersama. Dari semua jenis permainan tradisional, jamuran menjadi salah satu yang sering dimainkan. Sedangkan cara bermainnya misalnya ada 15 anak yang mengikuti  permainan akan saling pingsut atau suit jari sampai ditemukan pemain yang kalah.

Kemudian para pemenang akan memutari yang kalah sambil bergandengan tangan membentuk lingkaran dan menyanyikan sebuah lagu.

Jamuran ya gege thok, jamur apa, yo gege thok, jamur gajih mbejijih sa ara-ara, sira mbadhe jamur apa?

Setelah lagu selesai dinyanyikan, pemain yang ditengah akan menyebutkan salah satu nama jamur. Lalu dia akan menggelitik semua teman yang mengelilinganya. Jika ada yang tidak tahan dan tertawa, orang itulah yang akan menggantikan posisinya di tengah atau pengganti pancer.

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja? | Harianmuria
(YouTube/Harianmuria.com)

Dan masih banyak lagi permainan tradisional yang kini seolah hanya tinggal namanya saja. Diantaranya seperti ular naga panjang, bakiak, egrang, engklek, setenan, dan masih banyak lagi. (Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bola BekelCongklakCublak-cublak SuwengDingklil Oglak AglikJamuranPermainan TradisionalPermainan Tradisional jawa Tengah
SummarizeShare323SendShare
Previous Post

Bekali Manajemen Operasional, PMI Jepara Agendakan Program Pembinaan Sopir Ambulans di Tiap Desa

Next Post

Musrenbang di Dukuhseti, Camat Minta Kades Hati-hati Kelola Dana Desa

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

SERU: Anak-anak akan berlaga di lomba bathok saat Festival Dolanan Anak di Taman Dolanan KBPW Kudus pada Jumat (29/12/2023). (Ihza Fajar/Harianmuria.com)

Festival Dolanan Anak 2023 di Kudus Tanamkan Pendidikan Karakter lewat Permainan Tradisional

by Sekar Sari
30 Desember 2023
548

Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) yang tengah mengadakan Festival Dolanan Anak 2023. Kegiatan berlangsung dua hari tanggal 28-29...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

14 Ribu Siswa SD di Rembang Jadi Sasaran Program Imunisasi MR dan HPV

14 Ribu Siswa SD di Rembang Jadi Sasaran Program Imunisasi MR dan HPV

20 Agustus 2026
552
Intip Momen Lamaran Seleb Tiktok AndreySetyawanp Cahyanirynt, Elegan banget!

Intip Momen Lamaran Seleb Tiktok AndreySetyawanp Cahyanirynt, Elegan banget!

19 Agustus 2023
693

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya