Jumat, Januari 9, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Artikel - 5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja?

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja?

Sekar Sari by Sekar Sari
20 Oktober 2022 14:37
in Artikel, Lifestyle
0 0
Ilustrasi permainan congklak, salah satu mainan yang dimainkan orang Jawa Tengah zaman dulu dan mulai punah. (Instagram @anil_t_prabhakar/Harianmuria.com)

Ilustrasi permainan congklak, salah satu mainan yang dimainkan orang Jawa Tengah zaman dulu dan mulai punah. (Instagram @anil_t_prabhakar/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

Harianmuria.com – Perkembangan teknologi memamang membawa dampak yang baik bagi peradaban masa kini. Namun tidak bisa dipungkiri baik tradisi, kesenian, bahkan permainan tradisional pun nyaris saja tergerus zaman.

Buktinya banyak generasi sekarang yang minim pengetahuan tentang keberadaan permainan tradisional ini. Padahal dulunya permainan-permainan tradisional ini cukup populer dan digandrungi anak-anak di desa khususnya Jawa Tengah.

Padahal permainan zaman dahulu sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Selain meningkatkan cara berinteraksi dengan baik, juga meningkatkan kecerdasan emosional anak. Dan tentunya dapat menjadi olahraga badan karena melibatkan semua gerak tubuh.

Kini generasi muda khususnya anak-anak hanya mengenal gadget saja dan bertingkah layaknya orang dewasa. Bahkan tidak sedikit dari anak-anak sekarang yang justru mengonsumsi tayangan orang dewasa.

Lantas mungkinkah permainan tradisional di bawah ini akan terus lestari? Berikut macam-macam permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.

1. Bola Bekel atau Bekelan

Permainan ini cukup digemari anak-anak zaman dahulu karena dapat mengisi rasa sepi ketika tidak ada teman yang diajak bermain. Namun lebih mengasyikkan lagi jika permainan ini dijadikan sebagai pertandingan berama teman-teman.

Adapun cara memainkan permainan ini adalah siapkan dahulu bola bekel . Biasanya ada berbagai ukuran yang dijual di pasar, mulai dari sebesar bola kasti atau bola ping pong.

Selanjutnya, jika dimainkan bersama-sama biasanya ditentukan dulu pemain pertama dengan cara pingsut atau suit jari. Lalu bola akan dimainkan dengan melemparkannya di atas lantai datar dan masih menggunakan tangan yang sama buru-buru mengambil biji bekelnya. Kemudian mengambil biji bekel yang lain satu persatu hingga habis.

Kemudian pemain akan melemparkan biji bekelnya itu ke lantai. Dan permainan selanjutnya dengan memantulkan bola bekel sembari membalikkan biji-biji bekel tersebut.

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja? | Harianmuria
(YouTube/Harianmuria.com)

2. Cublak-cublak Suweng

Permainan ini sangat populer di kalangan anak Jawa pada zaman dahulu. Cublak cublak suweng ini biasanya diawali dengan hompimpa atau gambreng untuk menentukan siapa yang kalah atau berperang sebagai Pak Empong. Kemudian pemeran tokoh ini akan berbaring terlungkup di tengah teman-temannya atau menyerupai meja.

Lalu para pemain yang menang tadi akan meletakkan tangan dan membuka kelima jari mereka  di atas punggung Pak Empong. Sedangkan salah satunya akan memutarkan sebuh biji yang diputar-putar ke masing-masing tangan sambil menyanyikan lagu Cublak-cublak suweng, Suwengé ting gelèntèr, Mambu ketundhung gudèl, Pak Empong léra-léré, Sapa ngguyu ndhelikaké, Sir, sir pong dhelé kopong, Sir, sir pong dhelé kopon.

Setelah lagui berakhir, pemegang biji harus menyembunyikannya dari Pak Empong. Jika Pak Embong benar menebak orangnya, maka posisinya akan digantikan.

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja? | Harianmuria
(YouTube/Harianmuria.com)

3. Congklak

Salah satu permainan tradisional ini memiliki banyak sebutan di seluruh Indonesia. Sedangkan di Jawa sendiri permainan ini lebih dikenal dengan dakon, congklak, atau dhakonan.

Biasanya congklak ini terdiri dari 14 buah lubang yang terbangi menjadi dua sisi berhadapan. Sedangkan 2 lagi berbentuk lebih besar terletak diantara kedua sisi tersebut. Sehingga permainan ini hanya bisa dimainkan oleh 2 orang saja.

Cara mainnya cukup gampang, yakni pertama kedua lawan akan melakukan pincuk atau suit jari. Pihak yang menang akan memulai permainan dengan cara mengambil biji di dalam salah satu lubang kecil. Kemudian pemain pertama itu akan mengisikannya ke sisi kanan atau kiri yang masih menjadi areanya.

Kemudian pemenang dari permainan ini akan terlihat, manakala di salah satu lubang terbesar itu terisi penuh. Dan disepanjang lubang kecil miliknya tidak ada sisa.

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja? | Harianmuria
(YouTube/Harianmuria.com)

4. Dingklil Oglak Aglik

Selain bermain congklak, anak-anak zaman dahulu seringkali menghabiskan waktunya memainkan permainan dingklik oglak aglik. Istilah itu diambil dari cara menirukan bangku (dhingklik) yang keadaannya mudah goyah dan hampir roboh (oglak aglik).

Permainan ini hanya bisa dilakukan oleh minimal 3 anak dalam satu kelompok, lebih bagusnya lagi jika anggotanya memiliki postur tumbuh hampir sama atau seumuran. Sebab permainan ini yang dibutuhkan adalah kekompakan dan keseimbangan agar dhingklik yang dibuat tidak hancur.

Adapun cara memainkannya,  yaitu semua pemain harus berdiri saling berhadapan dan melingkar dengan menggandeng tangan sampingnya. Lalu orang pertama (A) akan masuk diantara dua orang yang lain (B dan C) sampai semuanya dalam posisi saling membelakangi.

Kemudian satu persatu meletakkan salah satu kakinya menggantung di atas tangan yang masih saling menggandeng. Setelah semua kaki saling bertumpukan di tengah, para pemain akan bertepuk tangan dan memutar sambil menyanyikan lagu dhingklik oglak oglik, yen kecelik adang gogik, yu yu mbakyu mangga dhateng pasar blanja, leh olehe napa, jenang jagung enthok-enthok jenang jagung, enthok-enthok jenang jagung, enthok-enthok jenang jagung.

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja? | Harianmuria
(YouTube/Harianmuria.com)

5. Jamuran

Biasanya di sore banyak anak berkumpul ke lapangan untuk bermain bersama. Dari semua jenis permainan tradisional, jamuran menjadi salah satu yang sering dimainkan. Sedangkan cara bermainnya misalnya ada 15 anak yang mengikuti  permainan akan saling pingsut atau suit jari sampai ditemukan pemain yang kalah.

Kemudian para pemenang akan memutari yang kalah sambil bergandengan tangan membentuk lingkaran dan menyanyikan sebuah lagu.

Jamuran ya gege thok, jamur apa, yo gege thok, jamur gajih mbejijih sa ara-ara, sira mbadhe jamur apa?

Setelah lagu selesai dinyanyikan, pemain yang ditengah akan menyebutkan salah satu nama jamur. Lalu dia akan menggelitik semua teman yang mengelilinganya. Jika ada yang tidak tahan dan tertawa, orang itulah yang akan menggantikan posisinya di tengah atau pengganti pancer.

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja? | Harianmuria
(YouTube/Harianmuria.com)

Dan masih banyak lagi permainan tradisional yang kini seolah hanya tinggal namanya saja. Diantaranya seperti ular naga panjang, bakiak, egrang, engklek, setenan, dan masih banyak lagi. (Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bola BekelCongklakCublak-cublak SuwengDingklil Oglak AglikJamuranPermainan TradisionalPermainan Tradisional jawa Tengah

Related Posts

Pelajari cara efektif menyusun peta proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, kejelasan peran, dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Artikel

Cara Efektif Menyusun Peta Proses Bisnis

22 Desember 2025
Peta proses bisnis menjadi kunci efisiensi tata kelola organisasi dan instansi.
Artikel

Mengenal Peta Proses Bisnis: Kunci Efisiensi Tata Kelola Organisasi dan Instansi

22 Desember 2025
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Pada Hari HAM Sedunia 10 Desember, nasib 400 warga Indonesia masih menggantung karena status tersangka yang tak kunjung disidangkan.
Artikel

Hari HAM Sedunia, 400 Orang Nasibnya Digantung

10 Desember 2025
Load More
Next Post
Camat Dukuhseti Agus Sunarko saat menghadiri Musrenbang Desa Kenanti, Kamis (20/10). (Istimewa/Harianmuria.com)

Musrenbang di Dukuhseti, Camat Minta Kades Hati-hati Kelola Dana Desa

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS