REMBANG, Harianmuria.com – Jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Rembang dan Blora ambles sebagian. Kondisi itu cukup membahayakan masyarakat yang melintas terutama dari arah Blora.
Titik ruas jalan yang ambles berada di wilayah tengah hutan KPH Mantingan atau sebelah selatan Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Di lokasi tersebut sebelumnya juga pernah beberapa kali ambles bahkan longsor.
Berkali-kali juga sudah pemerintah sudah memperbaikinya, namun peristiwa serupa kembali terjadi.
Kepala Desa Kadiwono Ahmad Ridwan mengatakan jalan yang amblas terbilang parah. Lebih dari setengah badan jalan ambles antara 30-40 centimeter dengan panjang sekitar 6 meter.
“Sudah 3 kali diperbaiki seingat saya, tapi ternyata kejadian lagi seperti itu. Jalan masih ambles dari hari ke hari semakin turun, seperti terjadi pergeseran tanah, “ jelasnya.
Tiap kendaraan yang melintasi jalan tersebut, pasti akan menjumpai sejumlah pemuda yang membantu mengatur lalu lintas. Sebab di titik itu, sengaja diberlakukan sistem buka tutup untuk kendaraan yang melintas dari arah Rembang maupun Blora sebagai antisipasi jika terjadi jalan ambles atau longsor.
“Memang sudah diberi rambu- rambu darurat. Yang dikhawatirkan malam hari, kecepatan tinggi, ndak tahu jalan ambles, rawan memicu kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.
Ridwan berharap amblesnya jalan Rembang-Blora itu bisa segera ditangani. Mengingat banyaknya kendaraan yang melintas.
Ia menduga, di bawah jalan yang ambles itu ada aliran air atau mungkin mata air. Jika memang demikian, Ridwan menyarankan agar dibuatkan bak kontrol di bawah jalan, kemudian airnya dialirkan menggunakan pipa.
“Saya yakin di dalamnya ada aliran air atau mata air. Soalnya dulu di wilayah Sadang dekat perbatasan, ada seperti itu,“ kata Ridwan.
Pihak desa belum mengetahui jadwal perbaikan jalan ambles tersebut. Namun kemungkinan besar pengawas jalan sudah mengetahui peristiwa itu. (Lingkar Network | R Teguh Wibowo – Harianmuria.com)











