JAKARTA, Harianmuria.com – Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian meninggalkan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanpa ditahan setelah menjalani pemeriksaan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB.
Rustian keluar dari gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 14.52 WIB. Ia tidak memberikan keterangan kepada wartawan yang menanyakan substansi pemeriksaan maupun alasan dirinya tidak ditahan.
Mengenakan masker, Rustian tetap diam sejak keluar dari gedung hingga masuk ke dalam taksi yang membawanya meninggalkan lokasi.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa Rustian telah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Namun, hingga pemeriksaan tersebut berakhir, Rustian tidak termasuk dalam pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Budi menjelaskan, penyidik telah menetapkan sejumlah tersangka setelah perkara tersebut diputuskan naik ke tahap penyidikan dalam ekspose pada Selasa malam, 13 Oktober 2026.
“Setelah penyelidikan perkara ini diputuskan naik ke tahap penyidikan pada forum ekspose tadi malam, kemudian penyidik menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka," ujar Budi.
"Para tersangka tersebut selanjutnya tentu akan dilakukan penahanan, sedangkan pihak-pihak yang sampai dengan saat ini status hukumnya sebagai saksi dapat kembali,” sambungnya.
Dengan status tersebut, Rustian dapat meninggalkan gedung KPK tanpa penahanan. Sementara itu, para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT di lingkungan BNPB pada Selasa, 13 Oktober 2026. Operasi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa serta dana siap pakai untuk penanganan kebencanaan.
Dalam operasi itu, KPK menangkap 14 orang, termasuk Rustian. Sebanyak 13 orang lainnya terdiri atas pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan BNPB dan pihak swasta.
“Untuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut. Hal yang pasti, terhadap 14 orang ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, baik dari pihak-pihak di BNPB maupun pihak-pihak swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini,” kata Budi sebelumnya.
(Yoga/Harianmuria.com)











