BLORA, Harianmuria.com – Sekitar 44,2 ribu sapi di wilayah Kabupaten Blora telah mendapatkan suntikan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga Oktober 2026. Vaksinasi tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit pada hewan ternak tersebut.
Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, menuturkan pihaknya mencatat pendistribusian vaksin telah mencapai 44.204 dosis.
“Target tahun ini, sesuai dari alokasi Provinsi Jateng (Jawa Tengah), sebanyak 60.000 dosis terdistribusikan. Tahun ini tidak ada tambahan alokasi vaksin,” ujar Ngaliman, baru-baru ini.
Sementara itu, Ngaliman mengungkap saat ini populasi sapi di Kabupaten Blora mencapai sekitar 273 ribu ekor. Menurutnya pertumbuhan populasi terjadi setiap tahun.
“Total ada 273 ribu ekor sapi di Kabupaten Blora. Setiap tahun meningkat, cuma peningkatan tidak sebanyak dulu,” kata Ngaliman.
Terkait target vaksinasi PMK, menurut Ngaliman hal itu wajib dipenuhi karena siklus paparan PMK terjadi sangat cepat, terlebih ditengah populasi ternak yang cukup tinggi di Blora.
Ngaliman menyebut sektor peternakan sapi masih menjadi ternak yang paling banyak diminati masyarakat Blora. Setelah sapi, selanjutnya ternak kambing menjadi ternak yang cukup diminati.
“Ternak ayam juga hampir dipelihara di setiap rumah, namun umumnya hanya sebagai usaha sampingan bagi masyarakat,” katanya.
Selain fokus pada pemberian vaksin untuk kesehatan ternak, Ngaliman menuturkan DP4 juga mendorong peternak memanfaatkan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi.
Kotoran sapi dan kambing, kata Ngaliman, dapat diolah menjadi pupuk organik. Pemkab Blora turut memberikan pelatihan kepada peternak agar limbah tersebut bisa dimanfaatkan.
“Kotoran sapi atau kambing dikelola peternak untuk bahan pupuk organik. Dari kami juga ada pelatihan pupuk organik,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil











