REMBANG, Harianmuria.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat sekolah dasar pada Selasa, 29 September 2026.
Festival ini menjadi ruang belajar bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra Jawa. Kegiatan juga melatih kreativitas, keberanian tampil di depan umum, kemampuan berekspresi, dan kepercayaan diri peserta.
FTBI SD Kabupaten Rembang Tahun 2026 diikuti 98 peserta unntuk tujuh cabang lomba, dengan masing-masing cabang diikuti 14 peserta. Ketujuh cabang tersebut meliputi Sesorah (berpidato), Maca Geguritan, Nembang Macapat, Ndhagel Ijen (komedi tunggal), Nulis Cerkak, Ndongeng (membaca dongeng), serta Nulis lan Maca Aksara Jawa.
Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang Achmad Sholchan, mengatakan pelestarian bahasa Jawa perlu dilakukan secara bersama-sama, terutama melalui pembiasaan di lingkungan sekolah.
“Semoga seluruh guru dapat bersama-sama mengupayakan penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bahasa Jawa dapat terus berkembang dan lestari, khususnya di lingkungan sekolah,” ujar Solchan.
Menurutnya, FTBI tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga keberadaan bahasa Jawa agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“FTBI bukan hanya sekadar perlombaan. Kegiatan ini merupakan salah satu wadah dan upaya bersama agar bahasa Jawa dapat terus berkembang, lestari, serta semakin dikenal oleh anak-anak sekolah dasar,” terangnya.
Solchan berharap pembelajaran bahasa Jawa tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, anak-anak semakin percaya diri menggunakan bahasa Jawa, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga bahasa ibu agar tetap hidup dan berkembang,” imbuhnya.
Pemenang cabang lomba Ndongeng, Aura Zaskiya Putri dari Kecamatan Sedan mengaku senang dan bangga dengan prestasinya. Ia mendapat nilai 274,00.
“Alhamdulillah saya senang sekali bisa mendapatkan juara pertama. Saya berterima kasih kepada guru dan orang tua yang sudah membimbing dan memberikan dukungan. Dari kegiatan ini saya juga semakin senang belajar dan menggunakan bahasa Jawa,” ujar Aura.
Pada cabang Ndongeng, juara kedua diraih Lalang Riski Sani Setiyawan dari Kecamatan Gunem dengan nilai 271,00, sedangkan juara ketiga diraih Rida Syafira Salsabila dari Kecamatan Sumber dengan nilai 270,00.
Sementara pada cabang Nulis lan Maca Aksara Jawa, juara pertama diraih Siti Ratnasari dari Kecamatan Sarang dengan nilai 287,49. Juara kedua ditempati Aisha Farhana Pangesti dari Kecamatan Pamotan dengan nilai 284,67, sedangkan juara ketiga diraih Zalifa Nafta Rahmat dari Kecamatan Kragan dengan nilai 281,94.
Pada salah satu cabang lomba lainnya, juara pertama meraih nilai 270,00. Juara kedua diraih Nur Fatchiyah dari Kecamatan Lasem dengan nilai 265,00, sedangkan juara ketiga diraih Muhammad Adhyasta Ramadanish P. dari Kecamatan Sumber dengan nilai 254,00.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











