JEPARA, Harianmuria.com – Kabupaten Jepara berpeluang menjadi lokasi pembangunan mini refinery atau kilang minyak dengan nilai investasi mencapai sekitar USD200 juta atau setara Rp5 triliun. Rencana tersebut dijajaki investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang mulai meninjau langsung calon lokasi pembangunan di Jepara.
Peninjauan dilakukan pada Rabu, 16 September 2026, sehari setelah pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit), dan calon investor di Jakarta.
Diketahui, investor mengunjungi kawasan di depan Gelora Bumi Kartini (GBK) dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara. Kedatangan rombongan disambut Bupati Witiarso Utomo bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jepara memaparkan potensi kawasan yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan kilang. Pembahasan meliputi kondisi dan luas lahan hingga kedalaman pelabuhan yang menjadi salah satu pertimbangan dalam mendukung kegiatan industri pengolahan minyak.
“Harapannya investor bisa segera membangun refinery-nya, sehingga perekonomian Jepara semakin bagus dan bisa memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” harap Bupati Jepara, Mas Wiwit.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Jepara menargetkan realisasi investasi dapat dimulai sebelum akhir 2026, setelah proses kerja sama dan tahapan persiapan diselesaikan.
“Apabila terealisasi, fasilitas tersebut akan digunakan untuk mengolah minyak mentah dan produk terkait lainnya. Mudah-mudahan investasi ini dapat membuka aktivitas ekonomi baru di kawasan pengembangan industri dan pelabuhan Jepara,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan investor Dubai, Talal Ourfali, menyampaikan bahwa rencana pembangunan mini refinery dilatarbelakangi potensi pengembangan industri pengolahan minyak di Indonesia, khususnya Jawa Tengah.
“Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari,” ujar Talal.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Utia Lil











