SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota Semarang memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam memantau pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Salah satunya melalui AISSA atau AI Solusi Sampah Semarang Smart City. Inovasi tersebut dikembangkan untuk membantu pemerintah memantau kondisi TPS secara real time selama 24 jam.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan AISSA menjadi bagian dari transformasi digital Pemkot Semarang dalam menangani persoalan sampah.
“Ini kita mencoba menggunakan teknologi untuk membantu kita mengawasi kondisi sampah di TPS. Jadi kita bisa tahu secara real time, selama 24 jam, kondisi TPS kita seperti apa,” ujarnya, Rabu, 2 September 2026.
Ia menuturkan saat ini sistem AISSA memanfaatkan jaringan CCTV yang terpasang di 35 titik TPS di Kota Semarang. Menurutnya teknologi itu dapat mendeteksi penumpukan sampah, kontainer dalam kondisi penuh, hingga sampah yang tercecer di luar area TPS.
“Kalau ada kontainer yang penuh atau ada sampah yang keluar dari area TPS, itu bisa terdeteksi. Kemudian petugas bisa langsung mendapatkan informasi dan segera melakukan penanganan,” ujarnya.
AISSA juga dilengkapi sistem notifikasi otomatis melalui aplikasi WhatsApp. Informasi mengenai kondisi TPS akan diteruskan kepada petugas kebersihan ketika sistem mendeteksi adanya persoalan di lapangan.
Agustina menilai penggunaan teknologi tersebut dapat membuat penanganan sampah menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kita ingin petugas tidak harus menunggu laporan masyarakat. Ketika sistem sudah mendeteksi, informasinya langsung masuk, sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Selain meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, Agustina menyebut AISSA juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi pelayanan publik. Masyarakat nantinya dapat mengakses data dan informasi mengenai kondisi TPS melalui platform digital Pemkot Semarang.
“Jadi masyarakat juga bisa ikut melihat dan mengawasi. Pemerintah bekerja, tetapi masyarakat juga mempunyai akses terhadap informasi,” ungkap Agustina.
Pemkot Semarang berencana memperluas pemasangan CCTV ke seluruh TPS pada tahun anggaran berjalan. Agustina mengungkap pihaknya menargetkan seluruh TPS di Kota Semarang telah memiliki sistem pengawasan digital pada 2027.
“Target kita pada 2027 seluruh TPS sudah bisa terpantau. Ini bagian dari komitmen kita untuk membangun Semarang sebagai smart city, tetapi smart city yang benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Inovasi AISSA juga mendapat pengakuan internasional. Sistem tersebut terpilih sebagai salah satu dari 30 exemplary initiatives dalam ajang 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026, setelah menyisihkan ratusan inovasi dari berbagai kota di dunia.
Sebelumnya, inovasi pengelolaan sampah berbasis AI tersebut juga masuk dalam 30 inovasi terbaik dunia pada ajang Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge.
Agustina berharap pengembangan AISSA tidak berhenti pada penghargaan, tetapi benar-benar mampu memberikan dampak terhadap kebersihan dan kualitas pelayanan publik di Kota Semarang.
“Yang paling penting bukan hanya mendapatkan penghargaan. Teknologi ini harus benar-benar bisa menyelesaikan persoalan di lapangan dan membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz/Lingkar Network
Editor: Utia Lil











