• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ubah Paradigma, KP2MI Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil Lewat Sinergi Kampus

Redaksi by Redaksi
29 Agustus 2026
in Berita KP2MI
65 3
Foto bersama peserta dan pembicara Seminar Nasional Institut STIAMI di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). (Dok. KP2MI)

Foto bersama peserta dan pembicara Seminar Nasional Institut STIAMI di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). (Dok. KP2MI)

524
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menargetkan mencetak 500 ribu pekerja migran terampil pada periode 2026-2029.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi guna menyiapkan talenta Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

Target itu sekaligus menandai perubahan paradigma pemerintah dalam penempatan PMI. KP2MI tidak lagi ingin hanya mengejar jumlah pekerja yang diberangkatkan ke luar negeri, tetapi memastikan mereka memiliki kompetensi yang dibutuhkan negara dan industri tujuan.

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Dr. Muh. Fachri, M.Si., menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Nasional Institut STIAMI di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Fachri mengatakan pasar kerja internasional kini semakin membutuhkan tenaga kerja dengan kualifikasi menengah hingga tinggi (medium-high skill). Karena itu, pola penyiapan pekerja migran harus mengikuti perubahan kebutuhan tersebut.

Pemerintah, kata dia, kini menggeser pendekatan dari supply-driven menjadi demand-driven. Artinya, calon pekerja tidak lagi disiapkan berdasarkan tenaga kerja yang tersedia, kemudian dicarikan pasar, tetapi justru kebutuhan pasar dipetakan lebih dahulu sebelum proses pelatihan dilakukan.

“Generasi muda kita tidak cukup hanya menjadi pencari kerja. Kita harus membangun mereka menjadi talenta global yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan dipercaya oleh dunia,” ujar Fachri.

Menurutnya, prinsip tersebut terangkum dalam konsep train for the market. Pemerintah harus mengetahui terlebih dahulu keterampilan apa yang dibutuhkan dunia kerja internasional, kemudian menyiapkan talenta Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“kita tidak boleh melatih orang terlebih dahulu baru mencari pasarnya, melainkan harus bertanya sejak awal apa yang dibutuhkan dunia, lalu menyiapkan talenta Indonesia untuk menjawabnya. Itulah semangat dari train for the market,” lanjutnya.

Salah satu implementasi pendekatan tersebut adalah program SMK Go Global yang telah diluncurkan KP2MI sebagai instrumen pelatihan dan sertifikasi calon pekerja migran.

Pada Batch 1, program tersebut menyaring 3.340 peserta dari 14.523 pendaftar. Mereka dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara tujuan, antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, serta sejumlah negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Namun, Fachri menegaskan bahwa menjadi talenta global tidak cukup hanya bermodalkan keterampilan teknis.

Ada lima elemen yang harus dibangun secara bersamaan, yakni kompetensi teknis, kemampuan berbahasa, literasi digital dan kecerdasan artifisial, soft skills, serta karakter.

Kompetensi teknis membuat seseorang memenuhi kualifikasi pekerjaan. Sementara karakter, menurut Fachri, menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan di lingkungan kerja internasional.

“Kompetensi teknis membuat seseorang layak dipekerjakan, namun karakterlah yang membuat tenaga kerja Indonesia dipercaya di kancah internasional,” katanya.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, KP2MI mengajak perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan pekerja migran berkualitas.

Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga mitra pemerintah dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri global, menyediakan sertifikasi kompetensi, serta melakukan riset mengenai perkembangan pasar kerja internasional.

Sinergi dengan perguruan tinggi menjadi penting karena kebutuhan tenaga kerja global terus berubah, terutama dengan meningkatnya tuntutan terhadap keterampilan digital dan kecerdasan artifisial.

KP2MI sendiri telah merancang pendekatan ekosistem pekerja migran melalui lima tahapan, yakni demand, train, place, protect, dan empower.

Tahap demand berfokus pada pemetaan kebutuhan pasar kerja. Selanjutnya, calon pekerja mendapatkan pelatihan melalui tahap train, kemudian ditempatkan sesuai kebutuhan melalui place.

Setelah bekerja di luar negeri, aspek pelindungan menjadi perhatian melalui tahap protect. Sementara empower diarahkan untuk memberdayakan pekerja migran setelah kembali ke Tanah Air.

Melalui pendekatan tersebut, KP2MI ingin mengubah posisi pekerja migran Indonesia. Mereka tidak lagi dipandang semata sebagai tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri dalam jumlah besar, tetapi sebagai talenta profesional Indonesia yang memiliki kompetensi dan daya saing global.

Target 500 ribu pekerja migran terampil hingga 2029 pun menjadi bagian dari upaya tersebut. Dengan menggandeng perguruan tinggi, pemerintah berharap proses penyiapan tenaga kerja dapat lebih dekat dengan kebutuhan industri dan negara tujuan.

Penulis: Rihmah Lailani/Jurnalis – Lokasi: Desa Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita KP2MIInfo KP2MIKementrian Perlindungan Pekerja Migran IndonesiaKP2MIpekerja migranPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migran
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Pati Siaga Kekeringan dan Karhutla hingga Oktober 2026, 45 Ha Sawah Sudah Terdampak

Next Post

Estafet Tunas Kelapa Pramuka Jepara Dimulai, Tempuh Rute 15 Kecamatan

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

berita KP2MI, KP2MI, pencegahan TPPO, Shelter PMI, SMK Go Global, pekerja migran Indonesia, migrasi aman, perdagangan orang, pelindungan pekerja migran

KP2MI Perkuat Pencegahan TPPO, Shelter PMI Jadi Ruang Aman Pekerja Migran

by Redaksi
17 Oktober 2026
512

BATAM, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui penguatan layanan perlindungan bagi pekerja migran dan kolaborasi dengan masyarakat...

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) menandatangani Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Perkuat Kemandirian Ekonomi, KP2MI Gandeng FPPI Berdayakan Perempuan Pekerja Migran Indonesia

by Redaksi
16 Oktober 2026
521

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya. Kolaborasi tersebut...

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
527

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

by ulfa puspa
10 Oktober 2026
560

BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 964 warga sebagai pencari kerja selama periode Januari-April 2026. Kepala Dinperinaker Blora, Endro Budi Darmawan,...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
635
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Wedang uwuh salah satu minuman rempah penghangat tubuh kala musim hujan. (Instagram @tumbasmangan/Harianmuria.com)

10 Minuman Rempah Penghangat Tubuh, Cocok Dikonsumsi Saat Musim Hujan

11 Oktober 2022
964
Alpukat Mentega, Manis dan Gurih Mengandung 20 Vitamin

Alpukat Mentega, Manis dan Gurih Mengandung 20 Vitamin

23 Agustus 2022
922

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya