JAKARTA, Harianmuria.com – Rencana perluasan pasar ekspor ke Tiongkok makin dimatangkan. Badan Karantina Indonesia (Barantin) resmi memperkuat sinergi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tiongkok, demi memboyong lebih banyak komoditas unggulan Indonesia menembus pasar raksasa tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia di Tiongkok pada Senin (24/8/2026).
Penguatan sinergi tersebut menjadi bagian dari strategi mengoptimalkan diplomasi dan fungsi karantina nasional dalam mendukung peningkatan ekspor komoditas Indonesia.
Karding menyampaikan bahwa perluasan akses pasar Tiongkok memerlukan kolaborasi antara pemenuhan persyaratan teknis karantina dan dukungan diplomasi.
Menurutnya, kualitas komoditas Indonesia, sertifikasi Barantin, serta lobi strategis melalui perwakilan diplomatik menjadi elemen penting dalam membuka peluang pasar di Tiongkok.
Permintaan pasar Tiongkok yang terus meningkat menjadi peluang bagi komoditas Indonesia untuk memperluas pasar internasional.
Dalam hal ini, Barantin berperan memastikan pemenuhan standar kesehatan hewan, kesehatan tumbuhan, serta keamanan pangan melalui pemeriksaan dan sertifikasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan negara tujuan.
“Pemenuhan standar dan persyaratan karantina menjadi fondasi penting dalam memastikan komoditas Indonesia dapat diterima di pasar Tiongkok. Karena itu, penguatan koordinasi dengan perwakilan diplomatik diperlukan agar aspek teknis dan diplomasi dapat berjalan secara sinergis,” ujar Abdul Kadir Karding.
Di sisi lain, dukungan diplomasi diperlukan untuk membantu menavigasi proses birokrasi serta membangun komunikasi dengan otoritas terkait di Tiongkok.
Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam ekspor komoditas Indonesia ke Tiongkok, khususnya yang berkaitan dengan persyaratan teknis, protokol karantina, dan ketentuan sanitary and phytosanitary (SPS).
Barantin memandang kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem akses pasar yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga pada pemenuhan standar dan peningkatan kepercayaan internasional terhadap komoditas Indonesia.
Dengan dukungan sertifikasi karantina dan diplomasi yang terarah, komoditas Indonesia diharapkan semakin memiliki daya saing dan peluang untuk diterima di pasar Tiongkok.
Melalui sinergi ini, Barantin optimistis upaya membuka akses pasar Tiongkok dapat terus diperkuat.
Kolaborasi tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan ekspor komoditas Indonesia, penguatan ketahanan pangan, serta tumbuhnya kepercayaan internasional terhadap kualitas dan keamanan komoditas Indonesia.
Editor: Asih











