SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2026 tetap berjalan penuh dan tidak terkena kebijakan rasionalisasi anggaran.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan alokasi dana BOS tetap diberikan sesuai skema yang telah ditetapkan sejak awal tanpa adanya pengurangan anggaran.
“Dana BOS tidak bisa dirasionalisasi. Tetap dijalankan sebagaimana mestinya, sesuai skema yang ada. Anggarannya juga seperti semula, tidak ada perubahan,” ujar Ahsan di Kota Semarang, Selasa, 25 Agustus 2026.
Ia menjelaskan untuk tahun 2026 alokasi BOS di Kota Semarang mencapai sekitar Rp114 miliar untuk jenjang SD. Sementara jenjang SMP mendapat sekitar Rp70 miliar, PAUD Rp25 miliar, serta pendidikan kesetaraan dan nonformal sebesar Rp8 miliar.
Ahsan menegaskan tidak ada perubahan terhadap alokasi tersebut akibat kebijakan rasionalisasi anggaran.
“Tidak ada rasionalisasi, tidak ada koreksi,” tegas Ahsan.
Di sisi lain, pengelolaan dana BOS tahun 2025 masih menyisakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sekitar Rp400 juta.
Meski secara total mencapai ratusan juta rupiah, Ahsan menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi dari hampir 400 satuan pendidikan di Kota Semarang. Dengan demikian, nominal Silpa pada masing-masing sekolah relatif kecil.
“Kalau angkanya mencapai Rp400 jutaan, itu dari hampir 400 satuan pendidikan. Sehingga setiap satuan pendidikan hanya Silpa sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Menurut kami, itu hal yang sangat wajar,” jelasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid










