SEMARANG, Harianmuria.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan pentingnya menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ia sampaikan usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Balai Kota Semarang, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut Agustina, pemerintah bersama masyarakat perlu memusatkan perhatian pada tiga aspek utama dalam mengisi kemerdekaan, yakni kemakmuran, keselamatan, dan ketenteraman.
“Kita berharap bahwa dalam mengisi kemerdekaan kita lebih fokus pada upaya untuk menyelesaikan tiga hal, yaitu menuju masyarakat yang sejahtera, kemudian yang kedua adalah selamat, yang ketiga tenteram,” katanya.
Ia menilai ketiga target tersebut tidak mungkin diwujudkan hanya melalui kebijakan pemerintah. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui semangat gotong royong menjadi faktor penting untuk mencapainya.
“Tiga hal itu bisa kita capai kalau bersama-sama. Kalau ada gotong royong. Kalau tidak ada gotong royong akan sulit,” tegasnya.
Dalam aspek kemakmuran, Agustina menyoroti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang mencakup sandang, pangan, dan papan. Ia juga mendorong perhatian lebih besar terhadap perlindungan pekerja rentan.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam membantu pembayaran jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja yang belum mampu membiayai perlindungannya secara mandiri.
“Tadi kita lihat ada contoh teman-teman ASN peduli, ikut berkontribusi membayar pekerja rentan yang tidak mampu di-cover oleh pemerintah atau yang bersangkutan tidak bisa bayar sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, perlindungan tersebut memberikan manfaat lebih luas karena ketika pekerja meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan tetap memperoleh manfaat jaminan sosial.
“Tidak hanya berupa tunai, tetapi juga ada beasiswa bagi anaknya,” katanya.
Sementara terkait ketenteraman, Agustina mengingatkan bahwa kondisi aman dan stabil merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, tugas tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat keamanan.
“Ketenteraman ini menyangkut semua orang. Ketenteraman ini tidak bisa dilakukan sendiri, hanya oleh sebagian masyarakat,” tegasnya.
Ia kembali menekankan pentingnya kolaborasi seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kondisi kota.
“Tidak bisa hanya pemerintah sendiri atau polisi sendiri atau mungkin anak-anak sekolah sendiri, anak-anak muda sendiri, orang tua sendiri. Enggak bisa. Ini harus bareng-bareng,” lanjutnya.
Agustina menyebut ketenteraman memiliki posisi strategis bagi Semarang karena kota tersebut merupakan pusat perdagangan dan jasa. Kondisi yang aman dan kondusif dinilai berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi serta kepercayaan pelaku usaha.
“Ketenteraman penting bagi Kota Semarang karena kita ini ibu kota perdagangan dan jasa. Kota yang membutuhkan kondusivitas, kota yang membutuhkan stabilitas,” kata Agustina.
“Kota yang harus memberi kehangatan bagi para pelaku dari luar ataupun dunia usaha yang mengembangkan kegiatannya di Kota Semarang,” ujarnya.
Ia berharap momentum HUT ke-81 RI dapat memperkuat semangat seluruh pihak untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, aman, dan tenteram.
“Mudah-mudahan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ini menambah semangat kita untuk menuju pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya
Selain persoalan kesejahteraan dan ketenteraman, Agustina turut menyoroti pelestarian budaya lokal. Ia mengapresiasi penampilan Tari Dug Dug Der dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.
“Tari dug dug der bagus, Ini akan kita biasakan supaya menjadi tarian masyarakat Kota Semarang,” ujarnya.
Menurutnya, kesenian tradisional perlu terus diperkenalkan agar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan identitas Kota Semarang.
“Gerakannya membutuhkan konsentrasi,” katanya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid











