BLORA, Harianmuria.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Blora hingga bulan Agustus 2026, menunjukkan tren positif. Berdasarkan data, capaian kehadiran peserta telah menembus 499.984 orang atau 54,3 persen dari total sasaran sebanyak 920.923 jiwa.
Meski telah melewati separuh target, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora masih berpacu mengejar capaian nasional sebesar 80 persen.
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengatakan peningkatan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh puskesmas bersama pemerintah desa, kader kesehatan, hingga lintas sektor yang terus melakukan jemput bola kepada masyarakat.
“Alhamdulillah capaian CKG di Blora sudah mencapai 54,3 persen. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya terus meningkat,” ujar Edi, Rabu, 12 Agustus 2026.
Edi menegaskan pihaknya akan berupaya penuh agar bisa mencapai target 80 persen. Salah satu langkah yang diambil yakni dengan memerintahkan seluruh puskesmas di Kabupaten Blora melakukan percepatan.
“Kami belum berhenti di sini karena target yang harus dicapai masih 80 persen. Seluruh puskesmas kami minta terus melakukan percepatan dengan mengoptimalkan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data, Edi mengungkap kelompok lansia menjadi peserta paling antusias dalam program cek kesehatan gratis ini. Tingkat kehadirannya bahkan mencapai 63,4 persen dari total keseluruhan, disusul kelompok dewasa sebesar 61,2 persen.
Sementara itu, capaian pada kelompok bayi baru lahir mencapai 40,9 persen, balita 38,8 persen, sedangkan remaja menjadi yang terendah dengan kehadiran hanya 23,5 persen.
Edi mengakui rendahnya partisipasi remaja menjadi perhatian tersendiri. Karena itu, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan sekolah, puskesmas, serta pemerintah desa, agar kelompok usia tersebut lebih aktif memanfaatkan layanan CKG.
“Remaja memang masih menjadi tantangan. Ke depan kami akan memperluas sosialisasi melalui sekolah dan berbagai kegiatan kepemudaan agar mereka memahami pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











