GROBOGAN, Harianmuria.com – Kasus kebakaran di Kabupaten Grobogan masih tergolong tinggi sepanjang tahun 2026. Hingga akhir Juli, tercatat sebanyak 105 kejadian kebakaran terjadi di berbagai wilayah dengan kerugian yang bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Grobogan, Teguh Prijadi, mengatakan sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia, selain faktor cuaca panas yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Total sejak Januari hingga hari ini sudah ada 105 kejadian kebakaran. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari korsleting listrik, kebakaran kandang sapi, kompor yang lupa dimatikan, hingga kondisi cuaca panas yang juga menjadi salah satu faktor pemicu,” ujar Teguh, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurutnya, nilai kerugian akibat kebakaran juga beragam. Ada yang sekitar Rp10 juta, namun tidak sedikit yang mencapai ratusan juta rupiah akibat bangunan dan harta benda yang hangus terbakar.
Untuk menekan angka kejadian kebakaran, kata dia, Satpol PP bersama petugas pemadam kebakaran telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya melalui pembentukan relawan kebakaran di sejumlah wilayah serta sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kecamatan.
“Kami sudah membentuk relawan kebakaran dan rutin melakukan sosialisasi di kecamatan agar masyarakat lebih memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran,” jelasnya.
Teguh juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber api di rumah. Ia meminta warga memastikan kompor maupun tungku benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Jika memang harus membakar sampah, warga diminta memastikan api telah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat musim kemarau. Pastikan kompor sudah mati sebelum ditinggal dan jangan membakar sampah sembarangan. Kalau membakar sampah, pastikan apinya benar-benar padam sebelum ditinggalkan agar tidak merembet dan menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar











