KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa naik kelas dengan memfasilitasi pelatihan manajemen usaha.
Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kendal memberikan pelatihan manajemen bagi 44 pelaku UMKM agar mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disdagkop UKM Kabupaten Kendal, Lytria Wandwiati, mengatakan pelatihan difokuskan pada penguatan manajemen usaha, mulai dari pencatatan keuangan hingga penyusunan perencanaan bisnis.
“Melalui pelatihan ini kami ingin pelaku UMKM mampu meningkatkan omzet usaha sekaligus memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan perencanaan bisnis yang baik,” ujarnya, Kamis, 30 Juli 2026.
Pemerintah menargetkan sedikitnya 100 UMKM naik kelas setiap tahun dengan usaha yang inovatif, mandiri, dan memiliki daya saing.
Pelatihan ini terbuka bagi seluruh pelaku UMKM Kendal sebagai upaya memperluas akses pembinaan dan peningkatan kompetensi usaha.
Selain pembinaan, Disdagkop UKM juga terus mendorong pelaku usaha memperluas pasar. Dari 39 UMKM binaan, sekitar seperempatnya telah berhasil menembus pasar ekspor, baik dalam skala besar maupun kecil.
Produk yang dipasarkan ke luar negeri di antaranya kayu gaharu, produk bermerek, serta olahan makanan dan minuman seperti kopi dan marning. Produk-produk tersebut telah masuk ke pasar Taiwan, Singapura, Hong Kong, hingga China, dengan sebagian distribusi memanfaatkan jaringan pekerja migran Indonesia.
Di sisi lain, perkembangan digital juga mulai dimanfaatkan pelaku UMKM sebagai sarana pemasaran. Marketplace dan media sosial, khususnya TikTok, kini menjadi salah satu kanal penjualan yang dinilai efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa











