JEPARA, Harianmuria.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terpadu di Kabupaten Jepara dijadwalkan pada Kamis, 30 Juli 2026.
Sekolah Rakyat Terpadu Jepara akan menampung masing-masing 90 siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, 75 siswa Sekolah Rakyat Rintisan juga akan mengikuti proses pembelajaran di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Muh Ali, mengatakan pihaknya bersama jajaran Pemkab Jepara, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kepala Sekolah SR, serta perwakilan PU Provinsi Jawa Tengah telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat, 24 Juli 2026 untuk memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana.
“Insyaallah MPLS dimulai 30 Juli. Hari ini kami mengecek seluruh fasilitas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Gedung sekolah maupun gedung serbaguna sudah siap digunakan. Pada 28 Juli nanti akan kami lakukan pengecekan terakhir agar semuanya benar-benar siap,” katanya.
Progres pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu sudah sekitar 98 persen. Meski masa kontrak proyek telah diperpanjang melalui addendum hingga 23 Agustus 2026, kontraktor diminta memprioritaskan penyelesaian seluruh bangunan yang berkaitan langsung dengan aktivitas siswa.
Fasilitas yang diprioritaskan meliputi ruang kelas, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, masjid, toilet, rumah susun guru dan wali asuh, dapur umum, serta seluruh meubelair pembelajaran.
Adapun pekerjaan yang masih berlangsung hanya berupa pembersihan kawasan, penyempurnaan plafon, serta pemasangan instalasi minor seperti penambahan stop kontak di sejumlah ruangan.
“Semua fasilitas utama sudah kami cek, termasuk ruang kelas, asrama, toilet hingga rumah susun guru dan wali asuh. Meubelair juga sudah siap. Tinggal penyelesaian akhir untuk kebutuhan fungsional,” ujarnya.
Ali pun memastikan bahwa aktivitas pembangunan yang masih berlangsung tidak akan mengganggu proses belajar mengajar. Area konstruksi yang belum selesai telah dipisahkan dengan pembatas sehingga tidak dapat diakses oleh para siswa.
“Tempat pengerjaan proyek sudah dilokalisir dan terpisah dari ruang belajar maupun asrama. Kami memasang pembatas agar anak-anak tidak beraktivitas di area pembangunan yang belum selesai,” tegasnya.
Menurutnya, mundurnya penyelesaian proyek karena penyesuaian desain pada struktur atap bangunan. Rancangan awal diubah menggunakan model atap bergenteng agar lebih sesuai dengan karakteristik wilayah Pantura sekaligus mendukung program lingkungan hidup, sehingga diperlukan penyesuaian rangka atap dan tambahan waktu pengerjaan.
“Untuk wilayah Pantura ada perubahan desain pada pekerjaan atap yang diganti menggunakan genteng demi mensukseskan program Indonesia Asri. Otomatis rangka atapnya menyesuaikan dan ada penambahan waktu kontrak hingga 23 Agustus 2026,” terangnya.
Proses mobilisasi siswa ke kompleks Sekolah Rakyat Terpadu akan dimulai pada 29 Juli 2026. Selanjutnya, pada 30 Juli 2026, seluruh peserta didik akan langsung menempati asrama sekaligus mengikuti pembukaan MPLS sebagai awal penerapan sistem pendidikan berasrama.
“Pada kegiatan MPLS nanti, kami juga akan mengikutsertakan para wali murid agar mereka memahami konsep dan sistem pendidikan berbasis asrama yang diterapkan di SR Jepara ini. Setiap jenjang pendidikan baik SD, SMP, maupun SMA akan menampung masing-masing 90 murid,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











