SEMARANG, Harianmuria.com – Seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial ZIA (12) meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya tertemper kereta barang di perlintasan sebidang Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Senin pagi, 20 Juli 2026.
Korban sempat dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, namun nyawanya tidak tertolong. ZIA diketahui merupakan warga Semarang Utara yang menempuh pendidikan di SDIT Al Qolam.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang AKP Untung Ariyono mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Selain ZIA, pengendara sepeda motor berinisial R (45) dan seorang pelajar lainnya berinisial HRA (9) mengalami luka di bagian kepala. Keduanya masih menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula saat Kereta Barang Nomor 258 melintas dari arah barat menuju timur. Saat itu, palang pintu perlintasan telah ditutup sebagai tanda kereta akan melintas.
Namun, pengendara sepeda motor Honda Supra 125 bernomor polisi H 4050 AF diduga tetap nekat menerobos palang pintu yang telah tertutup. Petugas penjaga perlintasan bahkan sempat berteriak memperingatkan agar pengendara berhenti.
“Petugas perlintasan telah berteriak untuk memperingatkan korban, tapi tidak dihiraukan. Bagian belakang sepeda motor tertabrak kereta api sehingga korban dan kendaraan terpental hingga ke pembatas jalan,” kata AKP Untung.
Saat proses evakuasi, seluruh korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Polisi juga menemukan tas sekolah berisi buku dan rapor, kopiah putih, serta helm milik korban di lokasi kejadian. Sementara sepeda motor korban mengalami kerusakan berat pada bagian belakang akibat benturan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan kereta yang terlibat merupakan KA Barang Petikemas Cargo relasi Kampung Bandan, Jakarta–Kalimas, Surabaya.
Peristiwa terjadi di perlintasan sebidang Nomor 5 KM 1+5/6 petak jalan antara Stasiun Jerakah dan Stasiun Semarang Poncol sekitar pukul 06.50 WIB.
Akibat kejadian tersebut, kereta sempat Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Semarang Poncol selama sekitar dua menit untuk pemeriksaan sarana sebelum kembali melanjutkan perjalanan setelah dinyatakan aman.
Luqman mengatakan, berdasarkan keterangan masinis, klakson lokomotif telah dibunyikan berulang kali sebagai peringatan sebelum terjadi temperan.
“Kami turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Tia











