KENDAL, Harianmuria.com – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi berbagai inovasi yang dihasilkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) XXVIII Universitas Semarang (USM). Beragam karya tersebut dinilai mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi lokal.
Apresiasi itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Tika saat menghadiri Expo KKN-PPM XXVIII USM di Alun-alun Kendal, Senin, 20 Juli 2026.
Dalam expo tersebut, mahasiswa memamerkan hasil program yang dikembangkan selama pelaksanaan KKN di 34 desa dan kelurahan di Kecamatan Kendal dan Brangsong. Inovasi yang ditampilkan mencakup bidang pemberdayaan ekonomi, pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana, hingga kesehatan masyarakat.
Bupati Tika mengaku terkesan dengan kreativitas mahasiswa yang mampu mengolah potensi daerah menjadi berbagai produk dan teknologi yang bermanfaat.
“Saya tidak menyangka inovasi yang dihasilkan begitu luar biasa. Mulai dari pemanfaatan potensi lokal, aplikasi untuk membantu mengukur stunting dari handphone, deteksi dini bencana, hingga pengolahan sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomis menjadi paving blok dan lainnya,” kata Bupati Tika.
“Semua ini sangat bermanfaat dan dapat membantu pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing,” sambungnya.
Bupati Tika mengatakan Pemerintah Kabupaten Kendal menyambut baik pelaksanaan Expo KKN-PPM sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Semarang. Hari ini kita disuguhkan berbagai hasil inovasi mahasiswa KKN yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Program KKN bukan hanya soal menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus. Yang tidak kalah penting, mahasiswa dapat belajar langsung dari masyarakat, memahami persoalan di lapangan, kemudian bersama-sama menghadirkan solusi yang bermanfaat. Inilah nilai penting dari pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap seluruh inovasi yang lahir selama pelaksanaan KKN dapat terus dikembangkan sehingga memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan kesejahteraan, memperkuat upaya mitigasi bencana, maupun mendorong terwujudnya desa yang mandiri dan inovatif.
Mengusung tema “Integrasi Peningkatan Perekonomian Masyarakat dan Mitigasi Bencana Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”, expo tersebut menampilkan berbagai hasil karya mahasiswa.
Di antaranya pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, abon berbahan dasar ikan bandeng, pemanfaatan sampah menjadi paving blok, alat press plastik, sistem deteksi dini banjir, hingga aplikasi berbasis telepon pintar untuk membantu deteksi dan pengukuran stunting.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











