BLORA, Harianmuria.com – Delapan satuan pendidikan negeri Tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Blora dapat kucuran dana perbaikan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sandy Tresna Hadi, mengungkapkan total dana bantuan tersebut mencapai Rp1,5 miliar berasal dari pokok pikiran (pokir) anggota dewan.
“Banprov (bantuan provinsi) bidang pendidikan tersebut berasal dari aspirasi anggota DPRD Provinsi,” ujar Sandy, Kamis, 25 Juni 2026.
Bantuan perbaikan sekolah tersebut untuk enam SD, yakni SD Negeri 2 Sukorejo, SD Negeri 2 Tambahrejo, SD Negeri Bradak, SD Negeri Karangtengah, SD Negeri 2 Nglebur, dan SD Negeri 2 Sarimulyo. Kemudian dua untuk perbaikan SMP.
“Dua SMP penerima bantuan tersebut yakni SMP Negeri 1 Tunjungan dan SMP Negeri 2 Banjarejo,” ungkapnya.
Adapun SD Negeri 2 Nglebur memperoleh alokasi Rp100 juta, sementara lima SD lainnya masing-masing Rp200 juta. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan ruang kelas hingga perpustakaan sekolah.
“SD Negeri 2 Tambahrejo dan SD Negeri 2 Sukorejo akan membangun perpustakaan. Sementara sekolah lainnya digunakan untuk rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas sesuai kebutuhan masing-masing,” katanya.
Sedangkan untuk dua SMP penerima manfaat, masing-masing mendapatkan Rp200 juta yang rencananya untuk perbaikan sarpras.
“Di SMP Negeri 2 Banjarejo akan memanfaatkan bantuan tersebut untuk pembangunan ruang komputer serta penambahan atau perbaikan ruang kelas,” katanya.
Sandy menyebut jumlah banprov pendidikan kali ini naik ketimbang tahun 2025 yang hanya Rp1,3 miliar. Namun, jumlah penerima manfaat menurun dari sebelumnya 11 satuan pendidikan.
“Nilai bantuan bervariasi, mulai sekitar Rp60 juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung kebutuhan dan kondisi sekolah,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











