BLORA, Harianmuria.com – Warga Kabupaten Blora mengeluhkan jalan rusak di dalam kota, khususnya ruas jalan Gunandar, Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Kota.
Warga sekitar, Wawan, menyebutkan kerusakan Jalan Gunandar dipicu karena kendaraan truk besar sering melintas di wilayah tersebut.
Menurutnya, Jalan Gunandar yang menghubungkan ruas jalan Reksodiputro hingga ruas jalan Halmahera menjadi favorit sopir kendaraan berat dari Jalan Nasional Blora–Cepu menuju Kabupaten Grobogan atau truk arah barat.
“Kendaraan didominasi dari luar daerah, kebanyakan sumbu tiga ke atas. Jadi sering rusak,” katanya
Selama ini, sambung Wawan, Dinas PUPR Blora sering melakukan perbaikan tambal sulam. Namun, perbaikan jalan tak bertahan lama karena tingginya mobilitas kendaraan berat.
“Sering (DPUPR) melakukan perbaikan. Tapi kalau dilihat kendaraan yang melintas itu, lebih banyak. Lebih-lebih kalau musim hujan, genangan dan lubang menjadi satu,” ungkapnya.
Kabid Bina Marga, DPUPR Blora, Danang, membenarkan ruas Jalan Gunandar sering rusak dan telah dilakukan tambal sulam. Pihaknya menyebut faktor utama kerusakan diakibatkan oleh lalu lintas kendaraan berat sumbu tiga.
“Kebanyakan yang melintasi sumbu tiga,” singkatnya.
Ia menegaskan DPUPR saat hanya mampu mengupayakan pemeliharaan jalan dengan sistem tambal sulam.
“Sementara ini hanya bisa perawatan dan tambal sulam kerusakan jalan,” katanya.
Pihaknya menghimbau pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan dan berhati hati saat melintasi ruas jalan tersebut.
Sebagai informasi, DPUPR Blora telah melakukan perbaikan ruas jalan Gunandar pada bulan Februari untuk menghadapi arus mudik tahun 2026. Namun, di bulan Juni kondisi jalan tersebut sudah kembali rusak dengan beberapa lubang.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa










