SRAGEN, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Sragen memberikan atensi jalan rusak di Gunung Banyak–Sidorejo yang berada di perbatasan Kecamatan Gesi dan Tangen.
Mahmudi, warga Singgih Kecamatan Tangen, mengatakan Jalan Gunung Banyak–Sidorejo membahayakan pengguna jalan karena banyak berlubang.
“Alhamdulillah hari ini sudah disurvei dan rencananya akan segera dibangun. Semoga perbaikannya bisa segera terlaksana sehingga masyarakat lebih aman dan Sragen semakin maju,” ucapnya pada Senin, 8 Juni 2026.
Senada, warga Mlokorejo, Jarwanti, menyebut bahwa Jalan Gunung Banyak–Sidorejo sudah lama tidak kunjung diperbaiki. Jalan rusak membuat perjalanan tidak aman dan tidak nyaman, terutama saat musim hujan.
“Jalan ini memang sudah lama rusak dan cukup membahayakan. Apalagi di beberapa titik yang lubangnya parah, sudah banyak pengendara yang jatuh. Karena jalan ini setiap hari ramai dilalui warga, kami berharap perbaikannya segera dilakukan supaya lebih aman,” terangnya.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menegaskan bahwa Jalan Gunung Banyak–Sidorejo masuk prioritas perbaikan tahun 2026. Pemkab Sragen menyiapkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar untuk perbaikan.
“Usulan perbaikan jalan ini berawal dari aspirasi warga yang disampaikan melalui pemerintah desa dan kecamatan. Setelah kami tinjau langsung, kondisinya memang cukup memprihatinkan, bahkan ada besi beton yang sudah mencuat ke permukaan sehingga membahayakan pengguna jalan. Semoga setelah diperbaiki nanti, masyarakat bisa menikmati akses yang lebih aman dan nyaman,” terangnya.
Sementara itu, Kepala DPU Kabupaten Sragen, Mursid Joko Wiranto, mengatakan ruas jalan sepanjang 2,2 kilometer tersebut akan diperbaiki dan diperlebar dari tiga meter menjadi 4,5 meter.
Jalan akan dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang setebal 20 sentimeter yang diperkuat wiremesh sehingga lebih kuat dan tahan lama.
“InsyaAllah pekerjaan dimulai pertengahan Juli nanti. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, kami berharap akses masyarakat semakin lancar dan mampu mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama sektor pertanian dan usaha tebu di wilayah ini,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











