• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Pemkab Rembang Percepat Sertifikasi Halal UMKM dan Wisata Ramah Muslim

ulfa puspa by ulfa puspa
22 Mei 2026
in Rembang, News
68 1
Suasana rapat tindak lanjut Percepatan Sertifikasi Halal di Aula Bappeda Rembang, Kamis, 21 Mei 2026. (dok for Harianmuria.com)

Suasana rapat tindak lanjut Percepatan Sertifikasi Halal di Aula Bappeda Rembang, Kamis, 21 Mei 2026. (dok for Harianmuria.com)

534
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat pengembangan ekosistem halal sebagai bagian dari target pembangunan daerah sekaligus mendukung RPJMD Provinsi Jawa Tengah 2025–2029.

Penguatan tersebut dilakukan melalui sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pendataan UMKM, percepatan sertifikasi halal, hingga pengembangan wisata ramah muslim untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Afan Martadi, menyampaikan indikator jumlah produk tersertifikasi halal menjadi salah satu target yang harus diakomodasi pemerintah daerah dalam dokumen RPJMD Provinsi Jawa Tengah 2025–2029.

Pada tahun 2027, Rembang dapat target untuk mencapai 4.395 produk tersertifikasi halal

“Untuk memenuhi target tersebut, Pemkab Rembang menyiapkan sejumlah strategi percepatan,” ujar Afan saat rapat tindak lanjut Percepatan Sertifikasi Halal di Aula Bappeda Rembang, Kamis, 21 Mei 2026.

Pemkab Rembang mengawali percepatan sertifikasi halal dengan mendata secara menyeluruh UMKM serta mengidentifikasi pelaku usaha yang siap difasilitasi.

Pemrintah juga akan memperluas publikasi program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), memperkuat layanan jemput bola, membuka helpdesk interaktif, hingga melakukan monitoring dan pendampingan secara berkala kepada pelaku usaha.

Berdasarkan rekap Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Tengah per 18 Mei 2026, jumlah sertifikat halal yang terbit di Kabupaten Rembang sejak 2020 mencapai 7.125 sertifikat dengan total 15.500 produk tersertifikasi halal.

Pada 2026 hingga Mei tercatat 761 sertifikat halal diterbitkan dengan jumlah 2.378 produk.

Afan menegaskan, data menjadi langkah awal penting dalam penguatan ekosistem halal daerah. Menurutnya, seluruh OPD dan komunitas UMKM perlu melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi pelaku usaha, mulai dari legalitas usaha hingga kesiapan mengikuti sertifikasi halal.

“Satu, data. Dari masing-masing komponen didata semuanya, mulai yang aktif, yang belum memiliki NIB, sampai yang membutuhkan intervensi. Kalau data itu sudah ada, baru dirumuskan strategi apa yang perlu dilaksanakan,” tegasnya.

Setelah data terpetakan, kata Afan, pemerintah akan menyusun matriks pendampingan UMKM secara bertahap agar proses fasilitasi menuju sertifikasi halal dapat lebih terukur.

Pemkab juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, PKK, Posyandu, hingga pendamping KKN berbasis keagamaan untuk membantu pendataan dan pendampingan UMKM.

Sementara itu, Pengawas Jaminan Produk Halal BPJPH Kabupaten Rembang, Zaki, mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan sertifikasi halal bagi UMKM melalui berbagai skema layanan.

Ia menjelaskan, sertifikasi halal terbagi menjadi dua skema, yakni self declare untuk usaha mikro sederhana dan reguler bagi usaha dengan proses produksi yang lebih kompleks.

“Kalau yang reguler itu ada 21 hari, step by step-nya mulai dari masuk aplikasi SiHalal, verifikasi, masuk lembaga fatwa sampai BPJPH dan keluar sertifikat halal. Yang paling cepat bisa 12 hari,” jelasnya.

Menurut Zaki, tantangan terbesar di lapangan bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga rendahnya kesadaran sebagian pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal.

“Kebanyakan masyarakat menganggap remeh dirinya sendiri. Ada yang bilang, ‘alah, gini aja sudah laku’. Padahal halal itu fondasi paling dasar sebelum bicara rasa, higienis, dan kualitas lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, banyak proses sertifikasi yang terhenti di tengah jalan akibat kesalahan teknis sederhana, seperti foto produk yang tidak sesuai ketentuan saat proses verifikasi. Karena itu, pihaknya berharap adanya kolaborasi lintas OPD untuk memperkuat edukasi dan pendampingan kepada UMKM.

“Kami sangat berharap adanya koordinasi lintas sektor dari dinas dan OPD. Ekosistem halal tidak mungkin dibangun satu instansi saja. Dengan kekuatan masing-masing, kita bisa bersama-sama membangun ekosistem halal yang kuat di Rembang,” ujarnya.

Selain penguatan sektor UMKM, pengembangan wisata ramah muslim juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem halal daerah. Kabupaten Rembang dinilai memiliki potensi besar karena didukung basis pesantren yang kuat serta destinasi wisata unggulan seperti Pantai Karangjahe dan Pantai Dampo Awang.

“Kalau UMKM di destinasi wisata seperti Karangjahe atau Dampo Awang bisa tersertifikasi halal, itu akan menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi Rembang punya basis keagamaan yang kuat,” imbuhnya.

Dalam penguatan ekosistem halal tersebut, masing-masing OPD memiliki peran strategis. Dinas Perdagangan bertugas mempromosikan produk halal melalui pameran dan publikasi, memfasilitasi pasar halal, serta melakukan kurasi produk UMKM.

Kemudian, Dinas Koperasi dan UMKM mendukung melalui pendampingan pelaku usaha dan fasilitasi pembiayaan sertifikasi halal.

Sementara Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda berperan dalam koordinasi lintas sektor, sinkronisasi program antar-OPD, hingga penyusunan regulasi pendukung.

Adapun perangkat daerah terkait sektor pariwisata diarahkan mengembangkan destinasi wisata ramah muslim, kuliner halal, serta sentra oleh-oleh halal guna memperkuat citra daerah sebagai kawasan wisata yang ramah muslim dan berdaya saing.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Rembangkabupaten rembangrembangSertifikasi HalalUMKM Rembang
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen, Blora Minta Keringanan

Next Post

SPMB SMA Negeri 2026/2027 Dimulai, Waka DPRD Jateng Ingatkan Transparansi

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

by ulfa puspa
17 Oktober 2026
578

REMBANG, Harianmuria.com – Pembangunan Embung Kaliombo di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang ditarget rampung akhir tahun 2026. Sementara itu progres pembangunan hingga Oktober mencapai 77 persen atau...

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
526

REMBANG, Harianmuria.com – Jalan penghubung Desa Kalipang dengan Desa Lodan, tepatnya di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan dalam kurun 15 tahun....

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
525

REMBANG, Harianmuria.com – Bupati Rembang, Harno, mengajak masyarakat membiasakan diri menabung sekaligus berani mengembangkan usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, budaya menabung dan pemanfaatan akses permodalan secara...

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
544

REMBANG, Harianmuria.com – Mayat perempuan ditemukan di bibir Embung Sambongan wilayah Desa Jatimudo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Korban diketahui dilaporkan meninggalkan rumah pada...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
635
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Lebih Praktis, 17 Puskesmas di Rembang Kini Terapkan Pembayaran Nontunai

Lebih Praktis, 17 Puskesmas di Rembang Kini Terapkan Pembayaran Nontunai

27 Juli 2026
534
Wajib Coba! Nasi Opor Panggang Sunggingan, Kuliner Legendaris Khas Kudus

Wajib Coba! Nasi Opor Panggang Sunggingan, Kuliner Legendaris Khas Kudus

3 Juni 2025
646

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya