BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 2 Blora memulai gerakan ASRI (aman, sehat, resik, indah) dalam memperingati hari jadi ke-66 tahun pada Senin, 18 Mei 2026.
Para murid membersihkan lingkungan melalui aksi bertajuk 1.001 di Pasar Sido Makmur. Kegiatan ini pun menuai apresiasi dari kepala sekolah, Forum Kabupaten Blora Sehat (FKBS), hingga Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.
Kepala SMPN 2 Blora, Tri Handayani, mengatakan gerakan ASRI bukan sekadar seremoni hari jadi sekolah. Aksi bersih-bersih juga bagian dari pembentukan karakter peserta didik agar peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Kami ingin anak-anak memiliki kepedulian terhadap kebersihan diri, sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat,” ujar Tri.
Tri menyebut program bersih-bersih lingkungan akan dilakukan secara rutin setiap dua bulan sekali dengan menyasar lokasi-lokasi yang membutuhkan perhatian.
Sekolah juga menjalankan program Jumat Bersih setiap pekan untuk membersihkan lingkungan di ruas jalan sekitar sekolah untuk membiasakan budaya hidup bersih.
Sementara itu, Ketua Forum Kabupaten Blora Sehat (FKBS), Ainia Sholichah, menilai aksi para siswa membawa energi positif bagi masyarakat sekaligus menjadi pendidikan karakter di ruang publik.
“Kalian membawa energi positif di tempat publik. Ini pembelajaran yang sangat baik,” ujarnya di hadapan ratusan siswa.
Menurutnya, gerakan kebersihan oleh pelajar dapat menjadi contoh nyata dalam membangun budaya hidup sehat dan kepedulian sosial sejak usia dini.
Ia menyebut program ASRI yang dijalankan SMPN 2 Blora berpotensi menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia.
“Setelah program ASRI digaungkan pemerintah pusat beberapa bulan terakhir, SMP 2 sudah lebih dulu menangkap dan melaksanakan gagasan itu,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, menegaskan sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, sekaligus bersih bagi peserta didik.
“Sekolah harus bersih, resik, dan tertata sehingga anak-anak nyaman berada di sekolah,” katanya.
Menurutnya, budaya bersih yang diterapkan sekolah tidak hanya menciptakan kenyamanan belajar, namun juga membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab sosial siswa.
“Sebanyak 957 siswa, dari kelas 7, 8, dan 9 terlibat langsung,” ujarnya.
Siswa didampingi 67 guru dan karyawan sekolah, sementara lima petugas tetap berada di sekolah untuk menjalankan layanan pendidikan.
Sampah yang terkumpul selama aksi bersih-bersih kemudian diangkut ke terminal sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











