PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana merevitalisasi bekas Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jalan RA Kartini menjadi Museum Cagar Budaya Kabupaten Pati.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meninjau eks Kantor Satpol PP Pati pada Minggu, 19 April 2026.
Chandra mengungkapkan revitalisasi ini ditujukan untuk menghimpun berbagai benda pusaka dan peninggalan sejarah Pati yang saat ini tersebar di sejumlah daerah. Selain itu, museum tersebut juga diproyeksikan sebagai sarana edukasi gratis bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Ia menjelaskan sejumlah artefak bersejarah asal Pati kini berada di luar wilayah, seperti di Yogyakarta, Kudus, hingga Museum Ronggowarsito. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mengupayakan pengumpulan dan penataan ulang koleksi tersebut dalam satu lokasi.
“Kantor Satpol PP ini akan kita renovasi, kita jadikan museum cagar budaya Kabupaten Pati. Karena ternyata kita masih banyak benda-benda pusaka ataupun warisan budaya Kabupaten Pati yang tersebar di berbagai tempat,” ujar Chandra.
Ia menegaskan, seluruh koleksi nantinya akan ditempatkan di bangunan bekas kantor tersebut agar lebih mudah diakses masyarakat.
“Nanti kita letakkan di sini, sehingga masyarakat Pati, adik-adik sekolah bisa mempelajari sejarah daerahnya sendiri. Insya Allah segera kita realisasikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Chandra menyampaikan pengembangan museum ini juga dirancang terintegrasi dengan kawasan Pendopo Kabupaten Pati yang selama ini telah dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan outing class. Konsep tersebut diharapkan menciptakan satu kawasan edukasi terpadu bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan museum yang terhubung dengan kawasan pendopo akan menjadi daya tarik tersendiri sebagai destinasi wisata edukatif di daerah.
Ia menambahkan, optimalisasi kawasan tersebut diharapkan dapat mempererat kedekatan masyarakat dengan pusat pemerintahan sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap sejarah lokal dan kepemimpinan daerah.
“Sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap daerah sendiri,” pungkasnya.
Sumber: Humas Pemkab Pati
Editor: Rosyid











