JEPARA, Harianmuria.com – Rangkaian peringatan hari jadi ke-477 Kabupaten Jepara bakal digelar meriah dengan balutan tradisi dan budaya lokal yang kental. Berbagai agenda digelar sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas daerah.
Sejumlah kegiatan utama akan mewarnai peringatan ini, di antaranya sendratari Ratu Kalinyamat, kirab budaya, hingga tradisi buka luwur di kawasan Masjid Mantingan.
Tak hanya itu, prosesi penyembelihan kerbau juga kembali digelar sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi yang telah turun-temurun dijaga masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, Ali Hidayat, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Peringatan hari jadi Jepara bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Jepara,” katanya, Selasa, 7 April 2026.
Menurutnya, kekuatan budaya lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Oleh karena itu, pengemasan event dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai autentik dan disesuaikan agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
“Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya menyaksikan, tetapi juga memahami makna di balik setiap tradisi yang digelar,” ujarnya.
Selain kegiatan budaya, lanjut Ali, peringatan hari jadi Jepara juga diramaikan dengan berbagai agenda pendukung seperti pengajian, doa bersama, hingga kegiatan sosial.
“Seluruh rangkaian ini mencerminkan harmoni antara nilai budaya dan religius yang menjadi ciri khas Jepara,” terangnya.
Ali menambahkan bahwa pelibatan masyarakat dalam setiap kegiatan menjadi kunci keberhasilan perayaan ini. Mulai dari pelaku seni, tokoh adat, hingga komunitas lokal turut ambil bagian dalam menyukseskan acara.
“Ini adalah perayaan bersama. Semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat, maka semakin kuat pula rasa memiliki terhadap budaya kita,” jelasnya.
Pihaknya berharap melalui perayaan hari jadi ini tradisi dan budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi penggerak sektor pariwisata serta memperkuat jati diri daerah di tingkat nasional.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











