JEPARA, Harianmuria.com – Tradisi pesta lomban di Kabupaten Jepara bakal diselenggarakan dua hari pada 27-28 Maret 2026 di sejumlah lokasi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah menyiapkan berbagai rangkaian acara untuk memeriahkan tradisi tahunan ini, di antaranya kirab kerbau, prosesi penyembelihan, pelarungan kepala kerbau ke laut, hingga festival kuliner khas kupat lepet sebagai daya tarik utama masyarakat.
Rangkaian acara diawali pada Jumat, 27 Maret dengan kirab kerbau dari TPI Ujungbatu menuju RPH Jobokuto pada pukul 06.00 WIB. Dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan kerbau sebagai bagian dari tradisi Lomban.
Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhkan wayangan semalam suntuk dengan lakon Wahyu Sandang Pangan.
Jelang Tradisi Lomban Jepara, Lingkungan TPI Ujungbatu Dibersihkan
Memasuki hari kedua, Sabtu, 28 Maret, puncak acara Pesta Lomban digelar dengan kirab budaya dan prosesi pelarungan kepala kerbau ke laut. Kirab dimulai dari TPI Ujung Batu dan berakhir di Pantai Kartini. Tradisi ini merupakan simbol ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang melimpah.
Pengunjung juga akan disuguhkan pertunjukan wayang kulit dengan lakon Dewa Ruci serta Festival Kupat Lepet 2026 yang digelar di Pantai Kartini mulai pukul 08.00 WIB.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, mengatakan bahwa Pesta Lomban bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata daerah.
“Pesta Lomban ini adalah warisan budaya yang sudah turun-temurun dan menjadi identitas masyarakat pesisir Jepara. Kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang autentik sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jepara,” ujarnya.
Disparbud telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran acara, termasuk aspek keamanan, kebersihan, dan kenyamanan pengunjung.
“Kami mengajak masyarakat, baik warga lokal maupun wisatawan, untuk datang dan menjadi bagian dari kemeriahan Pesta Lomban 2026. Ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan nilai budaya yang harus kita jaga bersama,” imbuhnya.
Ali pun mengimbau seluruh peserta kirab dan prosesi larungan kepala kerbau untuk tetap mengutamakan keselamatan serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengingatkan para peserta larungan, khususnya yang terlibat di laut, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, menggunakan perlengkapan yang memadai, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” tuturnya.
Pihaknya juga mengajak para wisatawan untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama mengikuti rangkaian Pesta Lomban.
“Kami berharap pengunjung dapat menikmati seluruh rangkaian acara dengan tertib, tidak membuang sampah sembarangan, serta tetap menghormati nilai-nilai budaya yang ada dalam tradisi Lomban ini,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











