REMBANG, Harianmuria.com – Penerapan work from anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rembang mulai berjalan pada 16 Maret 2026. Meski sebagian pegawai bekerja secara fleksibel, pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap optimal dan tanpa kendala.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi BKD Rembang, Miftachul Ichwan Anggoro Kasih, menegaskan bahwa kebijakan WFA telah diatur secara proporsional agar tidak mengganggu kinerja pemerintahan.
“Untuk perangkat daerah non-pelayanan, maksimal 50 persen pegawai bisa WFA, sementara sisanya tetap masuk kantor. Itu prinsipnya,” ujarnya pada Rabu, 25/3/26.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan WFA hanya berlaku pada tanggal tertentu, yakni 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Di luar tanggal tersebut, seluruh ASN diwajibkan kembali bekerja normal di kantor.
“Setelah itu, minggu berikutnya semua harus sudah masuk. Jadi tidak bisa mengambil WFA di luar jadwal,” tegasnya.
Untuk instansi pelayanan publik, aturan lebih ketat diterapkan. Minimal 70 persen pegawai harus tetap berada di kantor, sementara maksimal 30 persen dapat menjalankan WFA. Adapun sektor vital seperti kesehatan dan keamanan, wajib 100 persen hadir di tempat kerja.
Pengawasan dilakukan melalui sistem e-presensi. Setiap pengajuan WFA harus sesuai ketentuan, jika tidak maka akan ditolak dan tercatat sebagai ketidakhadiran.
“Kalau sampai tiga hari tidak hadir, bisa dikenakan teguran tertulis sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, memastikan pelayanan tetap berjalan lancar meski sebagian pegawai bekerja dari luar kantor.
“Hari ini hari pertama WFA, dan masyarakat yang datang cukup ramai. Tapi Alhamdulillah semua tetap terlayani dengan baik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengatur sistem kerja kombinasi antara layanan langsung dan berbasis aplikasi, sehingga aktivitas tetap bisa dipantau dan dikendalikan.
“Sekitar 25 persen pegawai kami menjalankan WFA, sementara yang lain tetap standby di kantor. Prinsipnya pelayanan tetap aman dan tidak ada masalah,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio











