JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Jepara mendorong penyediaan fasilitas penitipan anak (daycare) bagi anak pekerja. Pengerjaan fasilitas tersebut ditarget tersedia di lingkungan perusahaan pada tahun 2026.
Program daycare di perusahaan diprioritaskan di kawasan-kawasan industri sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan keluarga pekerja sekaligus peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Perwakilan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Yohanes, saat audien dengan Bupati Jepara menekankan pentingnya keberadaan daycare di area perusahaan. Menurutnya, banyak pekerja khususnya perempuan, yang membutuhkan dukungan fasilitas penitipan anak agar dapat bekerja dengan tenang dan optimal.
“Dengan adanya daycare, pekerja tidak lagi dihantui rasa khawatir terhadap kondisi anak saat jam kerja. Ini akan berdampak langsung pada fokus dan produktivitas,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Aspirasi serupa disampaikan Yeni Pujiastuti, pekerja PT Sami. Ia menuturkan jam kerja yang panjang, terlebih saat lembur, kerap mengurangi waktu kebersamaan dengan anak.
“Kalau sedang overtime (lembur), waktu bersama anak jadi sangat terbatas. Kehadiran daycare di perusahaan tentu akan sangat membantu,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit) menegaskan bahwa pemerintah daerah akan proaktif mendorong realisasi program daycare sebagai bagian dari program nasional.
Mas Wiwit menyebutkan bahwa selain mendukung kesejahteraan pekerja, keberadaan daycare juga menjadi langkah strategis dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita akan datangi perusahaan-perusahaan untuk menyampaikan program nasional daycare ini. Tujuannya jelas, mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Menurutnya, petunjuk teknis pelaksanaan akan segera dimatangkan melalui rapat lanjutan bersama manajemen perusahaan.
“Skema pelaksanaan akan dibangun dengan prinsip kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha, dan serikat pekerja,” katanya.
Bupati menargetkan fasilitas daycare sudah mulai berdiri di sejumlah perusahaan besar pada 2026, sebelum diperluas secara bertahap ke sektor industri lainnya.
“Program ini juga selaras dengan upaya mewujudkan Kabupaten Jepara sebagai daerah layak anak. Ini bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Jepara. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











