BLORA, Lingkarjateng.id – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora menyarankan untuk tidak memberikan roti toping keju dalam menu kering saat distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) edisi Ramadhan. Pasalnya, roti toping keju lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur.
Hal itu disampaikan menyusul polemik roti berjamur dalam paket MBG didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As Sanusiyyah Desa Kamolan, Kecamatan/Kabupaten Blora, di SMPN 5 Blora belum lama ini.
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengaku telah mendapatkan laporan dan hasil laboratorium terkait roti toping keju yang dibagikan ke SMPN 5 Blora telah berjamur.
Ia menindaklanjuti dengan mengambil sampel roti yang berjamur untuk diketahui penyebabnya.
“Hasil dari laboratorium menunjukkan bahwa roti toping keju, lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur. Terutama jika disimpan pada suhu ruang lebih dari 4 sampai 6 jam. Kurangnya penerapan higienis dan pengendalian mutu pangan,” ujar Edi, Kamis, 26 Februari 2026.
Edi menambahkan, dari hasil sampel tersebut dilakukan pemusnahan roti keju yang berjamur sebanyak 359 bungkus. Tak hanya itu, tim kesehatan juga memberikan edukasi langsung kepada SPPG terkait dengan pengendalian waktu dan suhu penyimpanan pangan.
“Kami juga sudah memberikan peringatan secara tertulis, tentang perbaikan prosedur SPPG, menerapkan sistem pencatatan pelaporan penerimaan barang secara tertulis dengan baik, dan penggunaan APD lengkap saat proses pembungkusan serta distribusi,” jelasnya.
Edy juga menyarankan kepada seluruh SPPG untuk tidak menyimpan roti terlalu lama. Pasalnya kandungan karbohidrat dan gula yang mampu diserap oleh tubuh.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











