KUDUS, Harianmuria.com – Festival Dandangan Kudus 2026 resmi dibuka di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Senin, 9 Februari 2026. Tradisi tahunan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tersebut kembali digelar dengan mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menggerakkan Ekonomi” serta menargetkan perputaran uang hingga Rp17 miliar selama pelaksanaan kegiatan.
Wakil Bupati Kudus, Belinda Putri Sabrina Birton, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dandangan bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, Festival Dandangan memberi ruang luas bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat untuk berpartisipasi secara adil dan transparan.
“Ini merupakan warisan budaya untuk menyambut datangnya Ramadhan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kudus. Melalui Dandangan kita meningkatkan ekonomi lokal dan daerah, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung ekonomi rakyat,” ujarnya.
Belinda menjelaskan, Festival Dandangan 2026 digelar pada 9-18 Februari dengan melibatkan lebih dari 500 lapak masyarakat.
Pemkab Kudus, lanjutnya, berkomitmen menjadikan kegiatan ini sejalan dengan visi misi Bupati Kudus, yakni penguatan ekonomi rakyat dan pelestarian budaya lokal.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga ketertiban serta kebersihan selama kegiatan berlangsung.
“Saya mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas dan disiplin membuang sampah sesuai aturan. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua pihak yang terlibat,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menuturkan bahwa Dandangan menjadi sarana strategis untuk promosi daerah, memperluas pasar, serta mendorong perputaran uang di sektor perdagangan dan jasa.
Menurutnya, tahun ini tercatat sebanyak 527 stan pedagang, ditambah ratusan pedagang kaki lima yang meramaikan kawasan festival.
Ia menyebutkan, pada penyelenggaraan 2025 lalu, perputaran uang dalam 10 hari mencapai Rp16,5 miliar.
Untuk 2026, kata Eko, pemerintah menargetkan naik menjadi Rp17 miliar, bahkan berpotensi menembus Rp20 miliar melihat antusiasme masyarakat pada dua malam uji coba.
“Kami menargetkan sekitar 90 ribu pengunjung. Perputaran uang tidak hanya dari pedagang, tetapi juga sektor parkir dan jasa lainnya. Pengawasan kami lakukan bersama petugas agar kegiatan berjalan tertib dan lancar,” tukasnya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid











