SEMARANG, Harianmuria.com — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyoroti penempatan help desk PMI di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Seriulina Tarigan bersama Plt. Kepala Balai Jawa Tengah Dewi Arianu dan General Manager InJourney, Sulistyo Yulianti di kantor InJourney Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Pada pertemuan itu KP2MI menyoroti letak help desk PMI yang kurang ideal karena berada di depan pintu kedatangan domestik, tepat di depan conveyor. Sedianya, posisi help desk harus berada di lokasi yang strategis yakni di pintu kedatangan internasional. Dengan begitu help desk mudah terlihat dapat berfungsi optimal dalam memberikan bantuan serta pendampingan sejak PMI menginjakkan kaki di tanah air.
KP2MI juga mengajukan revitalisasi lounge, khususnya penyesuaian warna dan identitas visual seiring penguatan kelembagaan yang kini berstatus kementerian. Pembaruan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan sekaligus mempertegas kehadiran negara dalam melayani PMI.
Menanggapi usulan tersebut, General Manager InJourney di kantor InJourney Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menjelaskan kendala ruang yang terbatas di bandara yang sejak awal tidak dipersiapkan sebagai bandara internasional.
Tantangan ini semakin kompleks karena karakter bandara terapung di atas perairan, sehingga perluasan area dinilai tidak sebanding dengan nilai investasi yang harus dikeluarkan.
Meski demikian, InJourney menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan layanan bagi PMI sesuai dengan kondisi bandara dan ketentuan yang berlaku.
InJourney mengusulkan sejumlah alternatif, mulai dari penambahan signage atau penunjuk arah menuju lounge, hingga penggantian banner statis dengan layar LCD agar informasi lebih mudah diakses dan lebih menarik bagi PMI.
Untuk usulan pemindahan lokasi dan penyesuaian luas help desk, InJourney meminta KP2MI untuk menyampaikan desain terlebih dahulu guna dibahas bersama tim teknis dan operasional.
Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI, Seriulina B. Tarigan, menyatakan akan segera menyiapkan desain help desk sebagai bahan perundingan lanjutan.
“Sinergi KP2MI dan InJourney ini menjadi langkah nyata menghadirkan layanan bandara yang lebih ramah PMI—layanan yang mudah dijangkau, informatif, dan menghadirkan rasa aman sejak kedatangan. Negara hadir, melayani, dan melindungi,” ujarnya.











