JEPARA, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara menyiapkan buffer stock logistik serta membuka dapur umum di sejumlah titik terdampak banjir.
Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan bahwa penanganan awal warga terdampak bencana difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di Desa Sowan Kidul, Gerdu, Kaliombo, dan Batukali.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah buffer stock logistik untuk rumah tangga terdampak. Setiap kepala keluarga kami kirimi bantuan beras 5 kilogram. Selain itu, kami juga membuka dapur umum di Kecamatan Kalinyamatan,” jelas Arwin.
Arwin merinci, jumlah warga terdampak banjir di Desa Sowan Kidul mencapai sekitar 1.000 jiwa, Desa Kaliombo sekitar 200 jiwa, Desa Gerdu sekitar 500 jiwa, dan Desa Batukali sebanyak 575 kepala keluarga.
“Selain distribusi beras, kami juga mengirimkan makanan siap saji yang dimasak melalui dapur umum dengan frekuensi dua hingga tiga kali sehari,” ujarnya.
Sementara itu, penanganan bencana di Desa Paren, Kecamatan Mayong BPBD Jepara telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras sebanyak 2¼ ton agar dimanfaatkan warga secara mandiri.
Sedangkan di Desa Kuanyar yang terdapat tanggul jebol di tiga titik, BPBD telah mengirimkan alat berat berupa ekskavator beserta material pendukung untuk mempercepat proses perbaikan tanggul.
“Untuk di Desa Sengon Bugel, Desa Pelang, dan Desa Mayong Kidul kasusnya sama yaitu tanggul sungai yang bocor, kami sudah meminta pemerintah desa setempat untuk melakukan penanganan dengan pembiayaan dari BPBD Kabupaten Jepara,” terangnya.
Khusus di Desa Batukali, Arwin menjelaskan terdapat permasalahan pada satu unit siphon yang memiliki dua pintu dengan saringan pengaman. Kondisi saringan tersebut sudah rusak dan keropos, sehingga membahayakan petugas saat pembersihan sampah.
“Kami meminta Petinggi Desa Batukali segera memanggil tukang las atau memesan saringan baru. Biayanya ditanggung BPBD. Setelah saringan terpasang, sampah yang menyumbat bisa dibersihkan dengan aman,” tuturnya.
BPBD juga telah menyelesaikan pembersihan sampah yang menyumbat aliran air di jembatan Desa Gerdu. Proses pembersihan dilakukan selama empat hari dengan bantuan pihak ketiga menggunakan alat berat ekskavator.
“Untuk warga Desa Gerdu yang rumahnya masih terendam banjir, sebagian warga terpaksa menyelamatkan harta benda dan bermalam di atas tanggul sungai. Kemarin kami telah menyalurkan bantuan darurat berupa 10 unit tenda keluarga serta terpal untuk digunakan sebagai tempat berteduh sementara,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











