SEMARANG, Harianmuria.com – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) kembali menggelar Festival Komukino ke-11 pada Kamis, 18 Desember 2025 mendatang.
Tahun ini, festival budaya tahunan tersebut mengangkat tema ‘Jateng Ayem’, yang merepresentasikan ketentraman, kedamaian, dan kearifan lokal Jawa Tengah sebagai identitas masyarakatnya.
Komukino yang sudah berlangsung sejak 2012 menjadi wadah penerapan berbagai mata kuliah, mulai dari komunikasi pemasaran, manajemen event, kreativitas digital, hingga praktik kerja lapangan. Sejak awal, festival ini dikenal sebagai ruang eksperimen yang memadukan unsur tradisional dan kontemporer.
Makna Tema dan Evolusi Komukino
Sekretaris 2 Tim Inti Komukino 11th, Risti Anggi Puspita, menjelaskan bahwa tema ‘Jateng Ayem’ dipilih untuk menggambarkan bahwa budaya Jawa Tengah tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan penuh makna.
Ia mengungkapkan bahwa empat tahun pertama Komukino sempat mengangkat tema populer seperti Manga, Cosplay, dan Robotik sebelum akhirnya beralih fokus ke kekayaan budaya Jawa Tengah mulai edisi kelima, seperti ‘Jateng Sae’, ‘Jateng Gayeng’, ‘Jateng Remen’, ‘Semarangan, Kas!’, hingga ‘Jateng Bungah’.
“Sejak awal, festival ini fokus pada pelestarian budaya, khususnya budaya Jawa Tengah. Komukino menjadi ruang kolaborasi sekaligus sarana mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas berbasis identitas lokal,” jelas Risti.
Eksplorasi 6 Karesidenan Jateng
Sebagaimana tradisi tahunan, Komukino 11th kembali mengangkat kekayaan dari enam karesidenan Jawa Tengah: Semarang, Surakarta, Pati, Pekalongan, Banyumas, dan Kedu.
Mahasiswa semester 5 diwajibkan mengeksplorasi kekhasan tiap wilayah melalui berbagai aspek, mulai dari kuliner, kesenian, folklor, sejarah, hingga inovasi budaya modern. Pendekatan ini sekaligus memperkuat kemampuan riset, kreativitas, dan pemahaman budaya mahasiswa.
Peserta Belajar Keberanian dan Kolaborasi
Mahasiswi semester 7, Shabrina Maharani, turut membagikan pengalamannya saat berpartisipasi pada edisi sebelumnya sebagai bagian dari Karesidenan Pati.
“Aku dapat divisi kuliner. Karena sering konsultasi menu ke dosen, justru dari situ aku belajar berani. Ternyata konsultasi itu nggak semenakutkan bayanganku,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut sangat berguna hingga kini, terutama saat menjalani bimbingan skripsi. Kebersamaan dalam tim juga memperkuat kreativitas dan mempercepat proses pemecahan masalah.
Rangkaian Acara Komukino 11th
Tahun ini, Komukino menghadirkan berbagai kegiatan menarik, seperti pameran budaya, pertunjukan seni tradisional, festival kuliner khas daerah, hingga kompetisi konten kreatif.
Seluruh acara dirancang untuk menghadirkan pengalaman budaya yang edukatif, relevan, dan tetap mengikuti perkembangan era digital. Festival ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memadukan nilai tradisional dengan kreativitas modern agar budaya Jawa Tengah semakin dekat dengan generasi muda.
Sumber: Prodi Komunikasi USM
Editor: Basuki











