JEPARA, Harianmuria.com – Benteng Portugis menjadi destinasi unggulan di Jepara yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Tak hanya menyimpan sejarah penting dari masa kolonial, kawasan ini juga menyuguhkan panorama alam memukau, cocok untuk dikunjungi sepanjang akhir pekan.
Daya Tarik Ganda: Sejarah dan Alam
Menurut Khofifatun Nihayah, pemerhati wisata dan pegiat komunitas Jelajah Jepara, Benteng Portugis memiliki nilai historis kuat sekaligus lanskap alam menenangkan.
“Benteng Portugis itu bukan sekadar bangunan tua. Ada jejak peradaban, ada cerita masa silam, tapi juga keindahan alam yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Dari atas benteng, kita bisa melihat hamparan laut biru dan Pulau Mandalika yang tampak begitu dekat,” ujarnya, Rabu, 26 November 2025.
Terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, benteng berdiri di atas perbukitan batu karang yang langsung menghadap ke Laut Jawa. Udara sejuk dari pepohonan rindang serta suara debur ombak membuat pengunjung merasa berada di lokasi wisata alam sekaligus situs sejarah.
Wisata Edukatif dan Rekreatif
Khofifatun menambahkan, pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto atau menikmati bangunan bersejarah, tetapi juga untuk menikmati ketenangan dan belajar sejarah secara menyenangkan.
“Beberapa keluarga datang sore hari untuk menikmati sunset, sementara anak-anak bisa belajar sejarah dengan cara yang lebih seru. Benteng Portugis punya nilai edukatif sekaligus rekreatif,” ujarnya.

Pemerintah daerah terus mengembangkan fasilitas di kawasan benteng, termasuk jalur pedestrian, kios UMKM, dan area bersantai, untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Upaya ini diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan tanpa menghilangkan sentuhan sejarah dan keaslian alam.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati Jepara dari sudut berbeda, Benteng Portugis menjadi pilihan tepat. Perpaduan sejarah, panorama laut, dan suasana alami menjadikannya relevan dan memikat di tengah maraknya wisata modern.
“Benteng Portugis itu lengkap. Ada cerita, ada alam, ada pengalaman. Rasanya selalu ingin kembali,” tutup Khofifatun Nihayah.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











