• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 20, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Bukan Hanya Hubungan Seksual LSL, Penyakit Cacar Monyet Dapat Menular Semua Orang

Sekar Sari by Sekar Sari
22 Agustus 2022
in News
84 4
Bukan Hanya Hubungan Seksual LSL, Penyakit Cacar Monyet Dapat Menular Semua Orang | Harianmuria
676
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Pada 19 Agustus 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan kasus cacar monyet  atau monkeypox di temukan di wilayah DKI Jakarta. Mengutip dari Kompas.com, penyintas yang merupakan seorang lelaki berusia 27 tahun terkonfirmasi sebelumnya memiliki riwayat perjalanan luar negeri.

Penyakit yang sempat dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai penyebab dari kasus karena hubungan seksual laki-laki dengan sesama jenis (LSL) atau gay ini nyatanya juga dapat menjangkit siapapun. Meskipun demikian, banyaknya kasus cacar monyet paling banyak ditemui pada komunitas gay dan biseksual tersebut.

Sebagaimana yang telah dimuat di Webmd.com, seorang ahli penyakit menular Northwestern Medicine, Robert L. Murphy mengatakan jika cacar monyet bukanlah penyakit menular seksual, melainkan penyebarannya dapat terjadi dari kontak fisik melalui lesi atau kontak eranya saja.

 Dokter umum Jakarta Timur, dr. Tania Savitri mengungkap jika cacar monyet merupakan penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh hewan (virus zoonis), kasus ini pertama kali ditemukan pada 1958 di daerah Afrika Tengah dan Barat.

Berawal dari penelitian yang dilakukan instansi kesehatan yang sengaja mengumpulkan kera untuk dipelihara di laboratorium pada 1958. Namun kasus pertama yang menjangkit manusia dimulai pada 1970 di daerah Kongo, Afika Selatan. Kasusnya pun kian meluas hingga 2022 dengan rincian sebagai berikut:

Pada 2003 ada 47 kasus di Amerika Serikat, pada 2003 ada 3 kasus di Inggris, pada 2018 ada satu kasus di Israel, pada 2019 ada 1 kasus di Singapura, dan pada 2022 ada 4 kasus di Inggris. Data ini diambil dari Centers of Diseases Control and Prevention (CDC), yang menghimpun banyaknya kasus cacar monyet menyerang manusia.

Namun kesalahpahaman tersebut terlanjur mempengaruhi masyarakat, Juru Bicara Kemenkes, Syahril mengungkap jika semua orang dapat beresiko tertular cacar monyet.

“Kita lakukan pada kelompok tertentu, tapi pada semua orang yang mempunyai risiko, pada pasien-pasien itu dan kita tidak ingin membuat pada suatu kesalahpahaman pada masyarakat,” katanya mengutip dari Halopedeka.com.

Meskipun hingga kini penyakit cacar monyet belum ditemukan pengobatannya, namun setidaknya beberapa gejala dapat diidentifikasikan. Sebagaimana yang dijelaskan Badan Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Kemenkes RI, gejalanya yaitu:

  • Demam akut lebih dari 38oC
  • Pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati)
  • Nyeri oto (myalgia)
  • Sakit punggung
  • Sakit kepala
  • Lesi cacar atau benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh
  • Kelemahan tubuh (athenia)

Sebagai langkah preventif penyebaran virus ini, beberapa langkah di bawah ini dapat dilakukan agar diri sendiri dan keluarga terlindungi, yaitu

  1. Usahakan hindari kontak langsung dengan hewan yang tengah positif terjangkit virus terutama dari daerah awal ditemukannya cacar monyet
  2. Hindari juga lokasi-lokasi atau spot dimana hewan tersebut sering berkeliaran
  3. Pisahkan pasien yang terjangkit cacar monyet dengan pasien yang terindikasi mudah tertular
  4. Cuci tangan yang benar setelah terpaksa melakukan kontak fisik dengan hewan maupun manusia terinfeksi
  5. Kenakan alat pelindung diri (APD) setiap kali melakukan kontak fisik dengan hewan maupun manusia terinfeksi
  6. Masaklah daging dengan matang dan benar. (Lingkar Network | Harianmuria.com)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Cacar MonyetGayKemenkesLSLmonkeypox
SummarizeShare49SendShare
Previous Post

Dindakop UKM Rembang Siapkan Pedagang Tempati Kota Pusaka Lasem

Next Post

Fasilitas Penyokong Pemeliharaan Lampu Jalan Dinilai Kurang, Dsihub Pati: Butuh Crane

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Kemenkes Temukan Bakteri E. Coli di Kasus Keracunan MBG SMKN 6 Semarang

Kemenkes Temukan Bakteri E. Coli di Kasus Keracunan MBG SMKN 6 Semarang

by Rosyid
6 Agustus 2026
525

SEMARANG, Harianmuria.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi adanya bakteri Escherichia Coli (E. coli) pada sejumlah sampel makanan dalam kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di...

Sepanjang Januari–Agustus 2025, Kudus mencatat 115 kasus HIV, terbanyak dari kelompok lelaki seks lelaki (LSL).

Kudus Catat 115 Kasus HIV dalam 8 Bulan, Didominasi Kelompok Menyimpang LSL

by Basuki
18 September 2025
528

Sepanjang Januari–Agustus 2025, Kudus mencatat 115 kasus HIV, terbanyak dari kelompok lelaki seks lelaki (LSL). KPA Kudus imbau masyarakat lakukan pemeriksaan dini untuk pencegahan.

Blora ditunjuk Kemenkes RI sebagai pilot project nasional SPM Posyandu.

Blora Jadi Pilot Project Kemenkes untuk SPM Posyandu

by Basuki
17 September 2025
526

Pemkab Blora ditunjuk Kemenkes RI sebagai pilot project nasional SPM Posyandu. Posyandu di Blora kini akan melayani 6 bidang dan tambah 6.565 kader baru.

Pansus Hak Angket DPRD Pati menyoroti kinerja BKN yang dinilai tidak transparan terkait kasus pelantikan Direktur RSUD Soewondo.

Pansus Angket DPRD Pati Kritik Kinerja BKN yang Dinilai Tak Transparan

by Basuki
17 September 2025
541

Pansus Hak Angket DPRD Pati menyoroti kinerja BKN yang dinilai tidak transparan terkait kasus pelantikan Direktur RSUD Soewondo. Joni Kurnianto mempertanyakan surat dari Kemenkes yang ditutup-tutupi.

Load More

BERITA UTAMA

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
525
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
750
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
519
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
534

TRENDING HARI INI

  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Perubahan Desil Berpotensi Pengaruhi Status Penerima Bansos di Blora

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi seorang perempuan yang takut atau fobia komitmen karena gamophobia. (Freepik/Harianmuria.com)

Mengenal Gamophobia, Fobia Komitmen yang Bikin Kamu Takut Nikah

1 Desember 2022
572
ILUSTRASI: Stunting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik anak. (Freepik/Harianmuria.com)

Jangan Anggap Remeh Stunting, Yuk Ketahui Langkah Pencegahannya

19 September 2022
573

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya