• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Suluk Maleman Edisi 167: Manusia Bukan Sumber Kebenaran

Basuki by Basuki
17 November 2025
in Artikel, Kajian Agama
84 6
Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran.

Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman 'Negeri Byar Pet' di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, Sabtu, 15 November 2025. (Dok. pribadi/Harianmuria.com)

696
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Fenomena maraknya ujaran kebencian di media sosial menjadi sorotan utama dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-167, yang digelar pada Sabtu, 15 November 2025, di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati.

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin, mengajak masyarakat untuk sama-sama bermuhasabah. Terlebih dengan banyaknya perubahan sosial yang luar biasa di tengah masyarakat.

“Seperti bagaimana kita melihat pesantren dipojokkan begitu rupa. Orang tak melihat apa masalahnya tapi justru lebih banyak menuding. Padahal kalau di Jawa satu jari menuding ke orang lain, empat lainnya menuding ke diri sendiri,” sentil Anis membuka dialog.

Manusia Bukan Sumber Kebenaran

Anis prihatin saat melihat ada orang yang memaki kiai. “Jangan menilai seolah-olah anda benar. Pengetahuan kita yang dianggap benar belum tentu sumber kebenaran itu sendiri,” ujarnya.

Anis menyebut kemampuan manusia dalam bereaksi 95 persen berasal dari apa yang telah masuk ke diri. Sehingga faktor lingkungan dan budaya memiliki pengaruh yang besar.

“Jangan-jangan apa yang kita pikirkan hanya persoalan sudut pandang saja,” tuturnya.

Ia mencontohkan, saat di Arab orang memegang jenggot menjadi bentuk penghormatan. Hal itu jauh berbeda jika di Jawa. “Mungkin di sini dianggap penghinaan. Maka reaksi berbeda akan muncul jika kita dibesarkan dari budaya yang berbeda pula,” terangnya.

Hindari Bias Kognitif, Bersihkan Persepsi

Anis menegaskan, bisa jadi seseorang menyalahkan sesuatu ketika melihat budaya yang tak begitu dekat dengannya. Hal itu dikatakannya sebagai bentuk bias kognitif.

“Minimnya pengetahuan anda yang menampakkan salah. Kita tidak bisa menyentuh kebenaran kalau anda tidak dibersihkan. Padahal kita tidak mungkin bersih kecuali dibersihkan oleh Allah. Kita hanya bisa mencoba terus membersihkan diri,” papar Anis.

Ia mengingatkan jika seseorang harus berpendapat harus terus membersihkan persepsi. “Kalau berpendapat harus bertanya apa kepentingan saya, apa pengetahuan yang membuat saya menyatakan pendapat semacam ini,” ungkapnya.

Budayawan asal Pati itu juga menyoroti tindakan sedikit Gus yang dinilai berlebihan, tapi sekaligus heran kenapa justru lembaga yang dituding adalah pesantren.

“Padahal di semua lembaga selalu ada orang bermasalah. Namun kita diarahkan melihat hanya yang jahat saja. Dan itu tidak adil serta terkesan jahat,” katanya.

Ingatkan Potensi Penyakit Hati

Anis menyebut hal terberat adalah manusia berhadapan dengan dirinya sendiri, dengan nafsunya sendiri. Ia juga mengingatkan terkait penyakit hati dalam diri manusia.

“Kadang kebenaran justru hilang akibat kebencian. Para nabi dan rasul yang begitu baik pun; masih ada yang masih memusuhi dan memfitnah,” imbuh dia.

Penggagas Suluk maleman itu juga mengingatkan jika semua manusia selalu punya potensi penyakit hati jika tak diarahkan.

“Maka sebaiknya jangan pernah kita merasa benar sendiri, Jangan pernah merasa mukmin. Jangan sampai ngomong kafir dan munafik ke orang lain; sambil menilai diri sendiri sebagai mukmin,” ujar dia.

Tema yang menarik membuat ratusan warga yang menyaksikan baik secara daring maupun datang langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia makin hangat. Penampilan musik Sampak GusUran juga menambah kemeriahan Ngaji Budaya tersebut.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinngaji budayaNgaji NgAllahSuluk Maleman
SummarizeShare50SendShare
Previous Post

Dua Pekan Terendam Banjir Rob, Ratusan KK Desa Mororejo Kendal Terdampak

Next Post

Dari Blora ke Panggung Dunia: Marco, Mahasiswa UBAYA dengan 3 Publikasi Scopus

Basuki

Basuki

Berita Terkait

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

by utia
20 September 2026
540

PATI, Harianmuria.com - Kisah di balik doa Rasulullah di Thaif memberi pelajaran penting bagi umat muslim. Selain mengajarkan kasih sayang, juga agar tidak mudah terpengaruh omongan orang. Kisah...

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

by Admin
22 Juni 2026
581

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyoroti persoalan hilangnya cara pandang bangsa dalam melihat kemanusiaan. Padahal sejarah menunjukkan banyaknya perjuangan melawan penjajah justru didasari nilai-nilai dasar yang sudah...

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

by ulfa puspa
25 Mei 2026
705

PATI, Harianmuria.com – Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini....

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

by Rosyid
19 April 2026
625

PATI, Harianmuria.com - NgAllah Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Kabupaten Pati, pada Sabtu malam, 18 April 2026, kembali mengajak kita merenung: bagaimana menjaga kemanusiaan...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
740
Ilustrasi menunaikan ibadah haji dan umroh di Baitullah Mekkah. (Unsplash/Harianmuria.com)

Ingin Wujudkan Mimipi ke Baitullah? Terapkan 4 Kiat Atur Keuangan Berikut Ini

28 November 2022
593

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya