JEPARA, Harianmuria.com – Komisi B DPRD Kabupaten Jepara melakukan kunjungan ke sejumlah retail modern, sebagai bagian dari upaya menjaga geliat ekonomi lokal tetap hidup di tengah maraknya jaringan toko modern yang makin menjamur.
Dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi B, H. Nur Hamid, bersama Sekretaris Komisi B, Nur Osel Kahisha Putri, rombongan mendatangi Superindo Bapangan, Hufadz Krapyak, dan Indomaret Pekeng.
Kunjungan ini didampingi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskop UKM Nakertrans) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Upaya Nyata Memperkuat Ekonomi Lokal
Nur Hamid menegaskan bahwa meski retail modern membawa efisiensi dan kemudahan, keberadaan mereka tidak boleh mematikan usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Kami ingin ada rak khusus bertuliskan Produk Lokal Jepara agar masyarakat makin bangga membeli produk hasil karya daerah sendiri,” ujarnya.
Di beberapa toko yang dikunjungi, produk-produk olahan warga Jepara sudah mulai dipajang, tetapi masih menghadapi sejumlah tantangan seperti kualitas produk, kontinuitas pasokan, serta keterbatasan promosi. Komisi B berharap pemerintah berperan aktif memberikan pendampingan untuk membantu UMKM naik kelas.
Kemitraan Sehat untuk Pemerataan Ekonomi
Sekretaris Komisi B, Nur Osel Kahisha, menambahkan bahwa kemitraan yang sehat antara retail besar dan UMKM menjadi kunci pemerataan ekonomi di Jepara.
“Retail besar boleh tumbuh pesat, tapi UMKM juga harus bisa ikut berlari dan berkembang,” katanya.
Bagi Komisi B DPRD Jepara, pengawasan ini merupakan sebuah pesan moral yang mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi Jepara bergantung pada keberhasilan pelaku usaha kecil. Melalui kolaborasi nyata, diharapkan retail dan UMKM dapat berjalan beriringan menuju Jepara yang mandiri dan berdaya saing.
Jurnalis: Basuki











