KUDUS, Harianmuria.com – Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus kini memiliki fasilitas gedung parkir baru setinggi lima lantai. Kehadiran gedung ini menjawab kebutuhan pasien dan pengunjung yang sebelumnya mengeluhkan sulitnya mencari lahan parkir.
Dibangun di Lahan 1.744 Meter Persegi
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, menjelaskan bahwa pembangunan gedung parkir dimulai sejak November 2024 dan telah selesai pada Agustus 2025. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 1.744 meter persegi dengan kapasitas hingga 758 kendaraan, terdiri dari 294 mobil dan 464 sepeda motor.
“Gedung ini terdiri dari lantai 1A hingga 5A dengan kapasitas parkir yang memadai. Kami ingin menjamin mutu dan kenyamanan area parkir bagi pasien maupun pengunjung,” jelas Pujianto.
Dilengkapi Sistem Digital dan E-Money
Pengelolaan gedung parkir dipercayakan kepada Koperasi Karyawan RS Mardi Rahayu Kasih yang bekerja sama dengan Secure Parking. Fasilitas ini juga dilengkapi Digital Dynamic System (DDS) yang menampilkan jumlah slot parkir kosong secara real-time.
“Pembayaran parkir pun bisa menggunakan e-money maupun tunai,” tambahnya.
Parkir Kendaraan Sesuai Ground Clearance
Pujianto menyebut kendaraan dengan ground clearance lebih dari 14 cm dan tinggi maksimal 2,1 meter direkomendasikan parkir di lantai 1B hingga 5A. Sementara kendaraan dengan ground clearance rendah atau tinggi hingga 3,55 meter dapat parkir di lantai 1A atau halaman Gedung Anugerah.
“Khusus lantai 1B, ketinggian kendaraan bisa sampai 2,55 meter sehingga aman untuk ambulans dengan sirene di atasnya,” ujarnya.
Akses Masuk dan Keluar Lebih Mudah
Gedung parkir ini juga mempermudah akses keluar-masuk rumah sakit. Kendaraan dapat masuk dari Jalan AKBP R. Agil Kusumadya atau Jalan Kudus–Purwodadi, dan keluar melalui jalur yang sama.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati fasilitas tambahan berupa lift 24 jam, toilet, dan ruang tunggu yang nyaman.
Jalur Khusus Darurat Menuju IGD
RS Mardi Rahayu juga menyediakan jalur pintu masuk khusus kegawatdaruratan di Jalan Kudus–Purwodadi. Jalur ini dilengkapi palang otomatis sehingga ambulans atau kendaraan darurat bisa langsung menuju IGD tanpa harus antre di pintu masuk utama.
“Kami berkomitmen memberikan layanan cepat dan ramah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Kudus dan sekitarnya,” tandas Pujianto.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











